BERITA SAHAM 13/07/2018 – BI MINTA PERBANKAN TAK MENAIKKAN BUNGA KREDIT

Bonus Welcome Deposit FBS

IQPlus – Bank Indonesia menyatakan perbankan tidak memiliki alasan menaikkan bunga kredit dan simpanan dalam waktu dekat karena likuiditas masih longgar meskipun bunga acuan bank sentral sudah naik 100 basis poin selama tahun 2018.

“Jika suku bunga acuan BI sudah naik 50 basis poin (akhir Juni 2018), tidak perlu diikuti dengan kenaikan suku bunga kredit dan deposito di dalam negeri, maka itu likuiditas sudah kita longgarkan dengan beberapa relaksasi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat. Suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate” naik 50 basis poin pada Mei 2018, pada akhir Juni 2018 juga naik 50 bps.

Perry mengatakan sudah terdapat tiga relaksasi kebijakan bagi perbankan. Pertama, mulai 16 Juli 2018, perhitungan rata-rata Giro Wajib Minimum Primer (GWM-P Averaging) sudah naik menjadi dua persen dari total komponen rasio GWM-P sebesar 6,5 persen dan akan membuat perbankan mengelola likuiditas. Sebelum 16 Juli 2017, rasio GWM-P Averaging sebesar 1,5 persen.

Baca Juga:   Saham Asia Turun, Di Jalur Untuk Kenaikan Mingguan

“Manajemen likuiditas bisa longgar. Bank juga tidak perlu hanya fokus dan terbatas pada Dana Pihak Ketiga, karena mereka bisa terbitkan obligasi, atau surat utang jangka menengah (MTN),” ujarnya.

Kemudian, relaksasi kedua yakni perhitungan pembiayaan bank yang kini melibatkan pembelian obligasi korporasi sebagai kredit. Dengan begitu, bank memiliki alternatif untuk menyalurkan pembiayaan dengan membeli obligasi korporasi, selain kredit jika risiko kredit masih membebani.

“Ini akan mendorong kegiatan ekonomi dari pembiayaan dari kredit perbankan dan dari pasar modal,” ujar dia.

Relaksasi ketiga adalah pembebasan aturan maksimum nilai kredit (Loan to Value/LTV) untuk kredit rumah pertama semua tipe yang berlaku pada 1 Agustus 2018. Dengan peraturan baru LTV, perbankan memiliki keleluasaan untuk memberikan syarat uang muka pembelian rumah pertama semua tipe.

“Coba, banyak sekali pengendoran yang sudah kita lakukan. Sehingga itu bisa menjadi ‘jamu manis’ meskipun kita berikan ‘jamu pahit’ kenaikan suku bunga acuan,” ujar Perry. Namun, perbankan tampaknya sudah terlanjur menaikkan suku bunga simpanannya.

Baca Juga:   GBP / USD Naik Ke Tertinggi 1 Minggu Pada Data UK Yang Optimis

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply