BERITA SAHAM 16/07/2018 – INDONESIA-EU CEPA BANGUN KEMITRAAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

Bonus Welcome Deposit FBS

IQPlus – Perundingan kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership (Indonesia-EU CEPA) dinilai mampu membangun kemitraan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, yang bisa mengakibatkan dampak negatif jika berlangsung dalam jangka panjang.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo menekankan pentingnya untuk mendorong perundingan I-EU CEPA di tengah munculnya friksi-friksi perdagangan khususnya antara ekonomi besar dunia.

“Terlepas dari semakin riuhnya hubungan perdagangan di antara ekonomi besar dunia yang semakin mengarah pada aksi saling balas, Indonesia tetap percaya bahwa pendekatan maupun perundingan bilateral justru perlu semakin ditingkatkan,” kata Iman, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin.

Iman menambahkan, hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga kepercayaan mitra bahwa Indonesia tetap mengutamakan hubungan yang konstruktif dan bukan destruktif. Hal tersebut juga didukung oleh Ketua Delegasi UE Ms. Helena K.nig, Deputy Director-General of Trade, Komisi Eropa.

Selain itu, melalui CEPA ini Indonesia ingin mengamankan posisi premium agar dapat memanfaatkan momentum kembalinya gairah perdagangan dunia di saat berbagai pertikaian dagang nantinya mereda.

Baca Juga:   Berita Saham PBRX SELASA 27/02/2018

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Iman, pekan lalu melakukan perundingan putaran kelima I-EU CEPA di Brussel, Belgia pada 9-13 Juli 2018.

Delegasi Indonesia yang diperkuat berbagai kementerian dan lembaga melaksanakan perundingan terkait isu-isu perdagangan barang dan jasa, investasi, kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, serta sanitasi dan fitosanitasi.

Selain itu, juga dibahas hambatan teknis perdagangan, pengamanan perdagangan, peranan BUMN, subsidi, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, kerja sama ekonomi dan pengembangan kapasitas, serta ketentuan asal barang.

Iman menyampaikan, perundingan dengan UE tersebut cukup ambisius karena mencakup isu-isu baru yang belum pernah dirundingkan Indonesia dalam kesepakatan preferensi lainnya termasuk di lingkungan ASEAN. Untuk itu, kedua delegasi masih melakukan pendalaman pemahaman dan meminta klarifikasi atas hal-hal yang memerlukan kejelasan sebelum memasuki tahap perundingan substantif.

Namun, perundingan akses pasar sudah dimulai melalui pertukaran daftar penawaran (list of offers) atau daftar pos tarif yang akan dirundingkan lebih lanjut.

“Kita mencatat banyak kemajuan dalam Perundingan Putaran Kelima ini. Sejumlah teks pada beberapa bab yang dirundingkan sudah mulai dapat disepakati. Sementara untuk isu-isu yang lebih sensitif atau merupakan isu baru bagi Indonesia, kita mendapatkan kejelasan apa sebenarnya yang diinginkan oleh UE,” kata Iman.

Baca Juga:   Saham WIKA RABU 25/04/2018 ( BERITA SAHAM )

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply