BERITA SAHAM JUMAT 10/08/2018 – JASA MARGA PRIORITASKAN RDPT DAN PROJECT BOND

Bonus Welcome Deposit FBS

IQPlus – PT Jasa Marga Tbk akan memprioritaskan dua skema pendanaan berupa reksadana penyertaan terbatas (RDPT) dan obligasi berbasis proyek (project bond) untuk memenuhi kebutuhan belanja modal perseroan beberapa tahun ke depan.

“Skema pembiayaan RDPT akan kita lanjutkan dan kedua ‘project bond’ supaya anak anak perusahaan yang tiap tahun bertambah ini, makin banyak yang bisa mandiri,” kata Dirut PT Jasa Marga Tbk Desi Arryani kepada pers di Jakarta, Kamis.

Kemudian, untuk sekuritisasi aset, kata Desi, masih akan dikaji lagi karena jalan tol yang siap untuk itu kondisinya harus matang atau stabil.

“Jika diterapkan di Tol Trans Jawa, tentu sekuritisasi aset belum bisa dilakukan. Mungkin akan dilakukan di Jabotabek area, tetapi ini harus dikaji betul, ruas yang mana ” katanya.

Pada Agustus 2017, perseroan telah melakukan sekuritisasi aset untuk ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dengan nilai peminat Rp5,1 triliun atau 2,7 kali lebih tinggi dibanding nilai penerbitan sebesar Rp2 triliun.

Dengan demikian, kata Desi, andalan dan prioritas untuk mencari pendanaan bagi perseroan untuk kebutuhan belanja modal adalah RDPT dan project bond. Namun demikian, kata Desi, untuk merumuskan kedua skema pendanaan itu harus dikoordinasikan dengan pihak terkait seperti kementerian keuangan, OJK dan lainnya.

Baca Juga:   Keuntungan Dolar Terhadap Yen Di Awal Sesi Asia

“Itu diperlukan karena ada regulasi-regulasi yang harus disesuaikan,” kata Desi.

Desi belum bersedia merinci berapa nilai proyeksi kebutuhan pendanaan dengan dua skema andalan itu.

Pendanaan Rp3-4 triliun Sebelumnya, Direktur Keuangan Jasa Matga, Donny Arsal menyebutkan pada tahun ini, perseroan bersiap mencari tambahan pendanaan untuk kebutuhan belanja modal Rp3-4 triliun.

Perseroan, kata Arsal, menyiapkan empat opsi yaitu sekuritisasi aset, penerbitan Komodo Bond,.project bond dan RDPT.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply