BERITA SAHAM JUMAT 10/08/2018 – SEMEN INDONESIA OPTIMISTIS MAMPU KUASAI PASAR

Bonus Welcome Deposit FBS

IQPlus – PT Semen Indonesia optimistis tetap mampu menguasai pasar semen,.meskipun pemain baru (pabrik semen) bermunculan termasuk pabrik semen Conch dari China yang menjual semen di bawah harga Semen Indonesia. “SI tidak akan menurunkan harga dalam melakukan persaingan bisnis semen, tapi memperkuat pemasaran termasuk efisiensi di berbagai bidang,”kata Sekretaris PT Semen Indonesia Agung Wiharto di Badung, Bali, Jumat.

Berbicara kepada puluhan wartawan dari Tuban dan Bojonegoro dalam acara” Media Gathering”, ia menjelaskan bahwa masyarakat membeli semen disebabkan persepsi bahwa semen yang dibeli memiliki kualitas bagus. “Orang membeli semen karena persepsi, termasuk berbagai pendukung seperti pelayanan yang bagus,” kata dia. Ia memberikan gambaran bahwa harga semen PT Semen Indonesia Rp42.000/zak (40 kilogram) dan Conch Rp39.000/zak.

“SI tidak akan membuat semen dengan kualitas di bawahnya agar harganya bisa turun karena akan memengaruhi persepsi kualitas semen, ” ujarnya.

Untuk memperkuat perusahaan, lanjutnya, SI juga melakukan efisiensi dalam pembiayaan dalam berbagai bidang,termasuk efisiensi biaya produksi dalam memanfaatkan bahan bakar batu bara. “Biaya terbesar yaitu produksi hingga mencapai 30 persen, lainnya biaya listrik juga transportasi sekitar 17 persen. Untuk persentase biaya karyawan termasuk kecil,” ujarnya.

Baca Juga:   Euro Tetap Lebih Rendah Setelah Data ZEW Jerman Memburuk

Saat Ini,kata dia,SI masih menguasai pasar semen di Jatim sekitar 75 persen,.Jateng 40 persen dan Jawa Barat 20 persen. Ia juga optimistis pemasaran pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah,akan memperkuat pemasaran semen di Jateng kalau nanti sudah bisa berproduksi secara maksimal. Pabrik semen Rembang baru bisa berproduksi sekitar 50 persen dari kapasitas produksi sebesar 3 juta ton per tahun. Ia memperkirakan pabrik Rembang bisa berproduksi secara penuh setelah berbagai masalah tanah bisa diselesaikan.

“Saya kira tahun depan sudah bisa berproduksi penuh. Saat ini bahannya masih membeli tanah dari masyarakat,” katanya. Menurut dia, dalam pemasaran di Jatim pasokan semen dari pabrik semen di Tuban harus menghadapi dua jembatan timbang dengan jarak dekat kalau akan membawa semen keluar. Tapi di Jawa Barat pabrik semen di luar SI baru ada jembatan timbang dengan jarak sekitar 200 kilometer.

“Pengiriman semen di Jabar bisa melebihi kapasitas sebelum sampai di jembatan timbang,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa posisi produksi semen nasional mencapai 107 juta ton pada 2018, sedangkan kebutuhan semen nasional sekitar 70 juta ton sehingga masih surplus. “Surplus produksi semen masih akan terjadi paling tidak sampai 2025,” ucapnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply