BERITA SAHAM JUMAT 16/11/2018 – RUGI KURS, SUPARMA TETAP OPTIMIS CAPAI PENJUALAN Rp2,3 TRILIUN

Bonus Welcome Deposit FBS

IQPlus – PT Suparma Tbk (SPMA) tetap optimis target penjualan tahun ini sebesar Rp 2,3 triliun akan tercapai meskipun pasar sempat terkendala akibat kenaikan kurs dolar terhadap rupiah. Bahkan menjelang tutup tahun, demand kertas diperkirakan akan terus melonjak.

Direktur Perseroan, Hendro Luhur mengatakan, fluktuasi kurs dolar sepanjang tahun ini memang membuat pasar kertas sempat terimbas. Namun hal itu tidak signifikan. Sebab, kebutuhan bahan baku impornya cukup kecil hanya 24 persen saja.

“Memang, fluktuasi kurs dolar membuat kami ada kerugian selisih kurs sekitar Rp 74 miliar, namun itu hanya dalam catatan saja. Sehingga tidak mempengaruhi kinerja kami,” kata Hendro Luhur usai public expose di kantornya, Surabaya.

Dijelaskan, pada 30 September 2017, kurs dolar terhadap rupiah sekitar 3.578. Namun pada 30 September 2018 kursnya melambung menjadi Rp 14.929. Bahkan dalam perjalannya sempat tembus diatas Rp 15.000.

“Namun hal itu tetap tidak signifikan pengaruhnya bagi kami. Bahkan kebutuhan dolar untuk impro bahan baku bisa kami cover dari hasil ekspor kami yang hanya 10 persen dari total pendapatan perseroan,” tambahnya.

Baca Juga:   Outlook Mingguan Forex : 19-23 Agustus

Dikatakan, hingga September 2018 penjualan perseroan mencapai Rp 1,6 triliun setara dengan 72,7 persen dari target tahun ini Rp 2,3 triliun. Penjualan tersebut mengalami kenaikan 10,8 persen dari tahun lau periode yang sama.

Pertumbuhan dipicu kenaikan kuantitas penjualan produk kertas dan harga jual rata-rata produk kertas masing-masing 1,4 dan 9,3 persen. Sementara laba usaha pada periode yang sama Rp 159 miliar atau 75,7 persen dari target tahun ini Rp 210 miliar.

“Sementara hingga 31 Oktober penjualan kami sudah Rp 1,9 triliun atau 81,4 persen dari target tahun ini. Sebab itu kami sangat yakin target akan tercapai bahkan mungkin over. Kami maksimalkan sisa dua bulan ini. Biasanya akhir tahun hingga Januari demand kertas terus meningkat,” tandas Hendro.

Tahun ini perseroan mengaloaksikan dana USD 2,7 juta yang diambilkan dari kas internal. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produski dengan cara menambah speed mesin no 1 dan 6. Sehingga ada tambahan kapasitas produksi 14.100 MT.

Hingga 30 September 2018, pihaknya berhasil memproduksi kertas 151.958 metric ton naik 4,6 persen dari semula 154.872 MT atau setara dengan 71,4 persen dari target tahun ini sebesar 226.870 MT.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply