BERITA SAHAM KAMIS 14/02/2019 – INDUSTRI PENGOLAHAN KATROL NPF BNI SYARIAH DI 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

IQPlus – PT Bank BNI Syariah menyebutkan, kenaikan rasio non performing financing (NPF) di 2018 menjadi sebesar 2,93 persen dipengaruhi oleh pembiayaan bermasalah di sektor industri pengolahan.

Menurut Direktur BNI Syariah, Dhias Widhyati di Jakarta, Kamis, kenaikan tingkat NPF pada tahun lalu lebih dipengaruhi oleh penyaluran dana di segmen bisnis smalll and medium enterprises (SME) maupun segmen konsumer.

“Kalau dari sektornya, itu ada pada industri pengolahan. Jadi, ada penyaluran di industri pengolahan yang kami usahakan untuk diselamatkan, tetapi mau tidak mau kondisnya tidak begitu bagus. Jadi sektor ini tidak bisa dipertahankan,” paparnya.

Namun demikian, jelas Dhias, pada tahun ini BNI Syariah menargetkan untuk mempertahankan NPF di level 2,75 persen. Perlu diketahui, pada 2017 tingkat NPF BNI Syariah tercatat 2,89 persen dengan penyaluran pembiayayaan mencapai Rp23,6 triliun.

“Tahun ini NPF djaga. Harapan kami NPF bisa diupayakan lebih baik. Kami bisa menekan hingga di bawah 2,75 persen. Tantangam kami di tahun ini menekan di bawah 2,75 persen,” tegas Dhias.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 02/01/2019 - TRIDOMAIN PERFORMANCE TAWARKAN OBLIGASI Rp100 MILIAR

Dia mengungkapkan, upaya menekan NPf tersebut akan dilakukan BNI Syariah dengan menerapkan penyaluran pembiayaan yang selektif ke segmen industri. “Kami akan memperbaiki proses di internal dan menyempurnakan policy di BNI Syariah,” ujar Dhiaz.

Di tempat yang sama, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, per Desember 2018 total aset perusahaan mencapai Rp41,05 triliun atau bertumbuh sebesar 17,88 persen (tahun ke tahun). Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp35,5 triliun. “Kondisi makroekonomi domestik dan global kurang mendukung bisnis perbankan, tetapi pada 2018 kami mampu meraih kinerja bisnis yang sangat positif,” ujar Abdullah.

Lebih lanjut Abdullah menyebutkan, pada 2018 BNI Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp28,3 triliun atau bertumbuh 19,93 persen (y-o-y). Rinciannya, segmen konsumer sebesar Rp13,92 triliun, komersial Rp7 triliun, segmen usaha kecil dan menengah sebesar Rp5,97 triliun, segmen mikro Rp1,08 triliun dan Hasanah Card sebesar Rp332,69 miliar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply