BERITA SAHAM RABU 26/12/2018 – PER SEPTEMBER 2018, LABA PHAPROS TUMBUH 33,1%

Bonus Welcome Deposit FBS

IQPlus – PT Phapros Tbk (PEHA) menyampaikan bahwa kinerja perseroan mengalami pertumbuhan pada periode September 2018. Hal tersebut ditandai dengan raihan pendapatan sebesar Rp697 miliar atau meningkat 8,8% dibanding pendapatan periode yang sama pada tahun Ialu.

Sedangkan anak usaha perusahaan farmasi dan alat kesehatan nasionai PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) ini juga berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Per September 2018, Phapros telah membukukan laba sebesar Rp96 miliar. Hal ini sesuai dengan harapan Komisaris dan Direksi untuk growing double digit,” kata Direktur Utama Phapros, Barokah Sri Utami yang akrab disapa Emmy, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu.

Seperti diketahui, Phapros hari ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga total perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di pasar modal tahun ini menjadi 57 perusahaaan.

Menurut Emmy, sebelumnya Phapros adalah perusahaan Tbk non-listed di mana saham Phapros belum tercatatkan di Bursa Efek Indonesia, sehingga mekanisme jual beli saham selama ini melalui pasar konvensional.

Baca Juga:   Euro Pada Posisi Terendah 9 Tahun Karena Inflasi EZ Ternyata Negatif

“Hal tersebut mengakibatkan harga saham tidak memiliki standar dan patokan yang jelas. Dengan pencatatan saham di BEI harga saham Phapros kini terstandarisasi,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RNI, B. Didik Prasetyo mengatakan, aksi korporasi ini merupakan bagian dari langkah strategis yang ditempuh perseroan untuk mengetahui nilai wajar saham perusahaan yang dapat dilihat setiap saat (real time).

“Selain itu, hal ini juga menjadi peluang agar ke depannya Phapros dapat membuka akses kepada sumber pendanaan pasar modal yang lebih menguntungkan,” ujarnya.

Komisaris Utama Phapros Y. Nanang Marjianto pada kesempatan yang sama mengatakan, pencatatan di BEI dapat meningkatkan penerapan GCG terutama dalam sisi transparansi dan akuntabilitas publik. Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan citra perusahaan ke depan.

“Dengan penerapan GCG yang Iebih baik serta didukung citra perusahaan yang meningkat diharapkan perseroan mendapat manfaat dari sisi pendanaan pasar modal yang signifikan sehingga mampu menunjang pengembangan bisnis yang telah dipersiapkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, emiten berkode saham PEHA ini juga telah mengembangkan bisnis anorganiknya dengan mengakuisisi perusahaan farmasi PT Lucas Djaja dan entitas anak yang berlokasi di Bandung. Dengan akuisisi tersebut kapasitas produksi yang dimiiiki oleh Phapros meningkat signifikan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply