BERITA SAHAM SELASA 26/03/2019 – PERTAHANKAN MARKET LEADER, LATINUSA TETAP FOKUS DI INDUSTRI MAMIN

Bonus Welcome Deposit FBS

IQPlus – Perusahaan pengembangan timah kaleng (tinplate), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa) masih menguasai pasar pemasok timah kaleng di Indonesia. Sejauh ini kontribusi terbesarnya masih segmen industri makanan dan minuman (mamin). Sepanjang 2018, pangsa pasar perseroan sebanyak 61%, turun tipis ketimbang raihan di 2017 yang di posisi 62%. Kondisi ini dipicu oleh pasokan tinplate impor yang naik tipis.

“Memang untuk tinplate impor ada peningkatan dari 38% menjadi 39% secara year on year (yoy). Agar tetap jadi market leader, fokus perseroan tetap di pasar industri mamin,” jelas Direktur Utama Latinisa, Ardhiman Trikaryawan Akanda, usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Selasa.

Pasar dari segmen mamin sendiri terus bertumbuh positif dan menjadi kontribusi terbesar emiten dengan kode saham NIKL ini. Di 2018, pasar untuk kaleng susu sebesar 26,48%, lebih besar dari tahun sebelumnya di 23,68%.

“Untuk pasar kaleng makanan juga naik jadi 22,26% dari sebelumnya 19,81%. Porsi biskuit dan permen juga masih tinggi di 19,16%. Memang turun tipis dari 20,02% di 2027,. jelas dia.

Baca Juga:   Aussie Setelah Q4 GDP Memenuhi Harapan, Sampai Menghabiskan Konsumen

Segmen lainnya adalah kimia 15,62% (16,86% di 2017), cat 11,48% (13,01%), minyak goreng 2,25% (1,58%), kaleng umum 2,10% (4,51%), serta buah & minuman 0,65% (0,53%).

Dengan kondisi itu, kata dia, volume penjualan perseroan di 2018 sebanyak 99,13% dari total produksi. Memang menurun tipis dari 2017 lalu yang volume penjualannya mencapai 100%

“Dari hal itu, maka penjualan neto kita di sepanjang 2018 sebanyak US$ 163,13 juta atau mengalami kenaikan yang cukup besar dari tahun sebelumnya di angka US$ 151,79 juta,” jelas Ardhiman.

Dengan kinerja perseroan yang demikian, maka di 2018 lalu, tegas dia, perseroan mengalami rugi bersih tahun berjalan sebanyak US$ 1,53 juta. Sangat kontras dengan capaian di 2017 yang meraih laba bersih US$ 1,35 juta.

“Meski alami kerugian, tapi jumlah aset perseroan naik cukup besar dari US$ 126,12 juta di 2017 menjadi US$ 147,77 juta,:terang Ardhiman.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply