BNY Mellon: Kenaikan Harga Minyak Gagal Dongkrak CAD

Bonus Welcome Deposit FBS

Dalam pekan ini, harga minyak mentah WTI telah berhasil tembus ambang USD60 per barel. Namun demikian, Dolar Kanada tetap cenderung bearish. Bahkan, pasangan mata uang USD/CAD kembali menanjak sejak awal pekan hingga mencapai level 1.3364 lagi. Menurut analis dari lembaga keuangan terkemuka BNY Mellon, hal ini karena perhatian trader CAD teralihkan oleh isu lain, yaitu kekhawatiran tentang prospek perlambatan ekonomi Kanada.

Kenaikan Harga Minyak Gagal Dongkrak CAD

Neil Mellor, pakar strategi mata uang senior di BNY Mellon, menyampaikan dalam catatannya, “Pemeriksaan atas korelasi satu bulan mengonfirmasi bahwa hubungan antara CAD dan harga minyak yang biasanya sehat, telah runtuh hampir sepenuhnya pada awal bulan lalu: rerata harian korelasinya jatuh hingga mendekati 60% selama bulan Februari ke korelasi negatif pada periode setelahnya. Jelas sekali, perhatian pasar beralih ke (hal) lain.”

Mellor meyakini bahwa perhatian pasar kini telah beralih ke masalah pertumbuhan ekonomi domestik Kanada yang cenderung bearish. Studi yang dilakukan oleh Mellor menunjukkan bahwa katalis kemerosotan CAD adalah data Gross Domestic Product (GDP) Kanada untuk kuartal IV/2018 yang dirilis pada tanggal 1 Maret. Pada saat itu, tercatat laju pertumbuhan tahunan hanya 0.4 persen, jauh lebih rendah dibandingkan ekspektasi awal, sekaligus merupakan angka terendah sejak kuartal II/2016. Menyusul rilis data tersebut, Dolar Kanada menderita penurunan harian sebesar 0.9 persen; paling parah sejak awal tahun 2018.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 02/01/2019 - SARATOGA TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM MERDEKA COPPER

Data GDP tersebut juga telah memicu Bank of Canada (BoC) untuk mengadopsi arahan kebijakan suku bunga secara lebih hati-hati. Apalagi, sejumlah indikator ekonomi lainnya memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan terjadinya stagnasi, khususnya data penjualan ritel yang merosot selama tiga bulan beruntun. Penurunan permintaan domestik ini dinilai mengakibatkan BoC makin was-was kalau kebijakannya bisa mengakibatkan Dolar Kanada terapresiasi hingga menggerogoti permintaan luar negeri juga.

“Dikarenakan BoC tak sendirian dalam menghadapi (ancaman) perlambatan seperti itu, kemungkinan pertimbangan paling penting (bagi pelaku pasar) adalah bahwa dengan kondisi seperti itu, bahkan bank sentral seacuh BoC akan berhati-hati jika arahan kebijakannya mengakibatkan penguatan mata uang,” kata Mellor.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply