Building Permits Terendah Sejak 2017, Indeks Dolar AS Terkoreksi

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) tergelincir sekitar 0.05 persen di kisaran 97.30 pada awal sesi New York hari ini (17/7), setelah publikasi data Building Permits dan Housing Starts. Kedua data mengenai sektor perumahan AS tersebut mensinyalkan berlanjutnya penurunan, meskipun suku bunga KPR sudah berkurang dari 4.94 persen menjadi 3.75 persen. Konsekuensinya, Greenback melemah terhadap hampir semua mata uang mayor lain yang telah mencapai area jenuh jual, termasuk Yen Jepang dan Euro. EUR/USD bahkan melonjak 0.15 persen ke level 1.226, meskipun laporan inflasi Zona Euro terbaru masih mengecewakan.

Building Permits Terendah Sejak 2017 Dolar AS Terkoreksi

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pembangunan perumahan (Housing Starts) menurun 0.9 persen (Month-over-Month) pada bulan Juni 2019. Hal itu terjadi karena pembangunan hunian multi-family merosot drastis, melampaui rebound dalam konstruksi perumahan single-family. Secara kuantitas, pembangunan perumahan menurun dari 1.266 juta unit jadi 1.253 juta unit dalam sebulan, padahal para ekonom memperkirakan penurunan hanya sampai 1.261 juta unit.

Sementara itu, pemberian ijin pembangunan (Building Permits) tumbang 6.1 persen (Month-over-Month) ke level 1.220 juta unit. Data ini telah mengalami penurunan beruntun sepanjang tahun ini akibat pelemahan segmen single-family, tetapi kini posisinya sudah berada di rekor terendah sejak bulan Mei 2017.

Baca Juga:   EUR / USD, Kerugian Meluas Mengecewakan Data E.Z.

Kemunduran sektor perumahan AS sebenarnya bukan kabar baru, karena sektor ini telah membebani pertumbuhan ekonomi selama lima kuartal beruntun dan diperkirakan akan terus membayangi laporan GDP hingga kuartal kedua tahun ini. Masalahnya teretak pada kekurangan tenaga ahli dan lahan siap bangun, yang membuat para kontraktor kesulitan memanfaatkan suku bunga rendah untuk membangun unit perumahan terjangkau. Sektor perumahan juga masih bergumul dengan tingginya persediaan dan lesunya pertumbuhan penjualan.

Situasi tersebut diperkirakan bakal semakin mempersulit kondisi ekonomi AS di tengah ancaman efek perang dagang yang menghimpit belanja investasi dan konsumsi masyarakat. Laporan tak serta merta akan memengaruhi prospek suku bunga Federal Reserve yang sedang ramai jadi bahan perbincangan menjelang rapat kebijakan tanggal 30-31 Juli mendatang. Sebaliknya, pemangkasan suku bunga Fed merupakan salah satu harapan bagi pemulihan di sektor ini, walaupun tidak akan menyelesaikan kendala kurangnya tenaga ahli dan lahan siap bangun.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply