Bursa Efek Indonesia Naik Lagi Didukung Sentimen Regional

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan hari ketiga beruntun di penghujung perdagangan hari Rabu ini (29/Agustus) karena terimbas positif oleh sentimen bursa saham lainnya di Asia. IHSG tercatat naik 0.37 persen ke level 6,065.15, meski sempat tergelincir ke 6,025.60 pada sesi pertama.

Bursa Efek Indonesia Naik Lagi Didukung Sentimen Regional

Di Asia Tenggara, indeks SE Thailand naik 0.24 persen, meskipun FTSE Singapura mencatat -0.11 persen dan FTSE Malay KLCI -0.34 persen. Di Asia Timur, indeks TOPIX dan Nikkei 225 sama-sama menanjak, masing-masing setinggi 0.46 persen dan 0.15 persen. Indeks KOSPI Korea Selatan berhasil meningkat 0.26 persen, sementara Hang Seng Hong Kong naik 0.23 persen. Menurut Bloomberg, performa saham-saham Asia mencuat berkat peningkatan minat risiko setelah beredar kabar mengenai tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Meksiko.

Sektor saham yang mengalami kenaikan terbesar dalam komposisi IHSG adalah sektor Agri setinggi 2.27 persen, disusul Aneka Industri sebesar 1.35 persen dan Consumer yang rebound 1.31 persen. Dari sepuluh sektor di Bursa Efek Indonesia, hanya dua sektor yang memerah, yaitu Industri Dasar (-0.01 persen) dan Keuangan (-0.47 persen).

Baca Juga:   Dolar Stabil Terhadap Yen Di Dekat Level Tertinggi 7 Tahun

Ditilik dari keseluruhan 600 saham terdaftar, tercatat 158 saham menguat, 190 saham menurun, serta 252 saham tak mengalami perubahan harga. Kenaikan terbesar dicapai oleh PT HM Sampoerna Tbk (kode saham HMSP) dengan mencetak rekor peningkatan 3.51 persen, serta PT Astra International Tbk (ASII) yang naik 1.70 persen. Dua penggerak IHSG lainnya hari ini adalah Matahari Department Store (LPPF) yang naik 12.69 persen dan Indofood Sukses Makmur (ICBP) yang meningkat 2.32 persen.

Di sisi lain, kurs Rupiah terhadap Dolar AS justru kembali melemah. Referensi data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dikelola oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa kurs melemah dari Rp14,614 ke Rp14,643 pada perdagangan hari ini. Pelemahan kurs Rupiah ini sejalan dengan kemerosotan yang dialami oleh Yuan Tiongkok dan sejumlah mata uang mayor, setelah Indeks Dolar AS beranjak dari level terendah satu bulan. Penguatan Dolar AS antara lain didukung oleh peningkatan kondisi ekonomi domestik. Selain itu, perhatian pasar juga menyoroti masih berlangsungnya negosiasi perdagangan dengan sesama negara Amerika Utara (Kanada dan Meksiko) serta konflik perdagangan dengan Tiongkok.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply