Calon PM Inggris Picu Kontroversi, Poundsterling Runtuh

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD ambruk nyaris 1 persen ke kisaran 1.2398 sejak sesi Eropa hingga pertengahan sesi New York hari ini (16/7), setelah dua calon perdana menteri Inggris menyampaikan pendapat yang memantik kekhawatiran pasar. Pound juga melemah terhadap mayoritas mata uang mayor lainnya. EUR/GBP melonjak lebih dari 0.4 persen ke level 0.9034, sementara EUR/JPY melandai 0.12 persen ke level 121.33.

Calon PM Inggris Picu Kontroversi Poundsterling Runtuh

Dalam acara debat yang diadakan pada hari Senin malam (waktu setempat), dua calon perdana menteri Inggris kompak menyatakan komitmen untuk mengeliminasi total pasal-pasal terkait Backstop Plan dari draft kesepakatan brexit. Hal ini dianggap oleh banyak pihak sebagai ikrar keduanya untuk mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun, karena Backstop Plan termasuk salah satu tuntutan utama dari Uni Eropa.

Backstop Plan merupakan salah satu poin paling kontroversial dalam negosiasi brexit, karena memuat tuntutan Uni Eropa agar Irlandia Utara yang berbatasan darat dengan Republik Irlandia tetap terikat dalam lingkup pabean tunggal (Custom Union) hingga suatu saat kelak setelah dicapai tatanan perbatasan yang dapat diterima kedua belah pihak. Pemerintah Inggris menolaknya karena dianggap melanggar kedaulatan negeri, sehingga meminta agar dilampirkan jangka waktu tertentu atau hak unilateral bagi Inggris untuk membatalkannya. Di sisi lain, Parlemen Inggris terpecah belah dalam menyikapi Backstop Plan, karena kelompok anti-brexit cenderung menginginkan agar keseluruhan Inggris tetap masuk dalam pabean tunggal setelah keluar dari Uni Eropa.

Baca Juga:   Harga Emas Naik Setelah Data AS, Semua Mata Menuju PDB

Berita-berita mengenai komentar kedua calon perdana menteri Inggris, Jeremy Hunt dan Boris Johnson, menyita perhatian pelaku pasar. Akibatnya, perbaikan data ketenagakerjaan Inggris hari ini cenderung diabaikan.

Dalam laporan yang dirilis hari ini, jumlah klaim pengangguran bulanan di Inggris (Claimant Count Change) tercatat bertambah dari 24.5k menjadi 38.0k untuk periode Juni 2019. Meski demikian, tingkat pengangguran Inggris untuk periode Mei 2019 tetap 3.8 persen, sesuai ekspektasi. Indeks pertumbuhan gaji rata-rata plus bonus (Average Earning Index+Bonus) bahkan melonjak pesat dari 3.2 persen menjadi 3.4 persen selama Mei, melampaui estimasi awal yang dipatok pada 3.1 persen. Biasanya, kenaikan gaji setinggi ini dapat mendorong pergerakan bullish mata uang, karena berpotensi mendongkrak inflasi dan suku bunga.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply