Cara Membuat Garis Tren (Trendline) Trading Forex Yang Benar

Bonus Welcome Deposit FBS

Garis tren atau trendline adalah salah satu alat trading teknikal yang paling dasar digunakan oleh trader untuk menentukan arah tren serta di mana kemungkinan harga akan berubah arah. Untuk menggambar sebuah trendline maka trader akan menghubungkan minimal dua buah titik ekstrim tertinggi atau terendah.

Berikut adalah contoh garis trendline yang berada dalam chart weekly:

Trend turun (Bearish trend)

Trend Turun (Bearish Trend)

Garis trendline merah pada chart merupakan penggambaran sebuah trend turun di mana titik tertinggi dari harga terus menurun seiring dengan waktu. Ketika harga bergerak turun dan kemudian naik menyentuh trendline, maka terjadi penolakan sehingga harga kembali turun mengikuti arah trendline.

Trend Naik (Bullish Trend)

Trend Naik (Bullish Trend)

Chart kedua di atas merupakan contoh trendline yang digambar pada keadaan trend naik. Harga terus bergerak naik mengikuti arah trendline.

Trend sideway

Trend sideway

Trend sideway dapat terjadi ketika dua trendline saling berpotongan pada titik akhir. Harga bergerak di dalam trendline dan terjaga sampai pada akhirnya terjadi breakout atau pergerakan drastis keluar dari dua trendline.

Langkah-langkah menggambar trendline dengan benar

Sebenarnya untuk menggambar trendline hanya ada satu buah aturan, yaitu dua buah titik ekstrim yang dapat dihubungkan. Sama seperti contoh sebelumnya, bearish trendline memerlukan dua buah titik high. Sedangkan pada bullish trendline memerlukan dua buah titik low. Selama trader mengikuti aturan itu maka trendline yang digambar tidak akan salah.

Bagaimana mengetahui trendline yang digambar merupakan trendline yang kuat

Mungkin pertanyaan inilah yang perlu kita ajukan. Menggambar trendline merupakan hal yang mudah, namun bagaimana mengetahui satu trendline lebih baik dari trendline yang lain?

Dengan pertanyaan itu, maka kita akan menggali tiga faktor yang menentukan tingkat kekuatan trendline:

Pertama, dalam dunia analisa teknikal, semakin tinggi time-frame chart yang digunakan maka semakin kuat garis trendline yang digambar. Trendline yang digambar dengan chart monthly lebih kuat dibandingkan dengan trendline pada chart weekly.

Faktor kedua adalah tingkat kemiringan dari trendline. Semakin tajam tingkat kemiringannya, maka trend yang berlangsung akan semakin cepat berubah. Coba anda bayangkan sedang berlari di mesin treadmill. Ketika mesin di setel pada kecepatan 8.0 pasti akan lebih cepat membuat anda lelah dibandingkan dengan pada kecepatan 4.0. Jika anda jarang berolahraga treadmill, pasti tidak lama akan segera menurunkan kecepatan dari 8.0 ke 4.0.

Pasar sangat menyukai stabilitas dan pergerakan harga yang konsisten, ketika ada perubahan yang drastis, tidak lama kemudian akan ada tindakan menormalkan keadaan.

Faktor ketiga, semakin banyak orang yang melihat hal yang sama, maka semakin besar kemungkinan hal itu terjadi. Jadi ketika kita melihat sebuah chart dan dapat menunjuk sebuah trendline dengan jelas dan ditanyakan ke 10 orang lain mereka dapat menemukan trendline itu dengan mudah. Dipastikan itulah trendline yang berpengaruh dan diamati oleh banyak orang.

Kesalahan yang terjadi ketika menggambar trendline

Ketika menggambar sebuah trendline, kadangkala trader dapat kebingungan. Apakah trendline yang digambar ini sudah benar? Kalau sudah benar,kenapa harganya menembus dan tidak memantul?

cara menggambar trendline yang benar

Pertanyaan pada chart ini, yang manakah trendline yang benar? Jawabannya adalah semua benar! Hanya saja masa berlaku masing-masing trendline tidak berlaku selamanya. Mari kita bahas, trendline pink mengalami dua kali pantulan naik sebelum terjadi perubahan arah. Trendline hijau mengalami satu kali pantulan saja. Sedangkan trendline biru nampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda pantulan sama sekali.

Di saat inilah mungkin trader akan protes dan mengatakan trendline biru adalah trendline yang tidak benar. Namun sebelum mengatakan tidak benar, coba perhatikan lebih seksama, harga terus bergerak naik walaupun tidak selalu memantul di trendline.

Hal yang lebih tepat kita katakana adalah trendline biru memiliki risiko lebih tinggi karena harga banyak menembus ke bawah. Ketika harga menembus ke arah berlawanan trendline, maka itu tanda-tanda trend yang terjadi sedang mengalami pelemahan.

Kenyataannya adalah seperti pada chart berikut ini di mana trend berubah menjadi bearish.

kesalahan melukis trendline dalam trading forex

Umumnya, ketika trader pemula melihat harga bergerak turun seperti di titik ditandakan nomor 3, maka mereka akan memindahkan garis trendline dari titik 1 ke titik 3. Hal ini diijinkan, namun justru akan membuat kecenderungan cocoklogi yang pada akhirnya meningkatkan ekspektasi trendline yang baru digambar harus bertahan.

Hal yang lebih baik dilakukan adalah membiarkan trendline tersebut berada di tempatnya dan menambah trendline baru.

menambah trendline baru

Kesalahan lain yang dapat terjadi dalam penggambaran trendline adalah menghubungkan titik high ke titik high pada sebuah trend naik atau titik low ke titik low pada sebuah trend turun. Walaupun hal ini tidak dilarang, namun dengan melakukannya maka trader melanggar sebuah esensi penting di dalam trading teknikal.

Esensi ini adalah bertrading melawan trend, mungkin trader bingung dengan pernyataan ini. Sekarang coba perhatikan chart ini

kesalahan melukis garis tren

Pertanyaannya adalah, lebih mudah mana? Apakah posisi short atau posisi long yang lebih mudah dalam menghasilkan profit? Jika traders memilih short, maka pasti akan kelabakan keluar masuk posisi karena harga terus bergerak naik secara konsisten. Jika memilih long, cukup beli sekali dan duduk tenang saja, harga akan naik sendiri walaupun ada ayunan naik turun pada akhirnya naik.

Menggunakan trendline dalam trading

Trading menggunakan trendline sebenarnya dapat berdiri sendiri tanpa bantuan indikator lain-lain. Karena esensi dari trendline adalah melakukan transaksi sesuai dengan arah trend yang sedang berkembang saat ini.

Dengan menggunakan chart time-frame yang panjang maka trendline yang digambar semakin kuat, trader cukup masuk posisi ketika harga menyentuh trendline. Tapi pada akhirnya jika trader masih ragu, dapat menambahkan pola-pola candlestick sebelum melakukan pembukaan posisi seperti pada chart berikut.

trendline dalam trading forex

Setidaknya ada 3 pattern bullish yang terjadi ketika harga bersinggungan dengan trendline dan dapat menjadi referensi bagi trader untuk melakukan posisi long.

Breakout retest dan bounce

Breakout retest dan bounce

Merupakan cara penggunaan trendline yang mengasumsikan terjadi penembusan (breakout) trendline yang kemudian diikuti pengetesan ulang trendline (retest) dan konfirmasi pantulan (bounce). Trader akan menunggu di titik retest untuk memasang posisi short, berlawanan dengan arah trendline yang naik.

Karena cara trading ini mengambil titik pergantian yang berada di akhir, umumnya dapat menghasilkan profit yang besar karena trader menemukan titik awal dari trend yang baru. Namun kelemahan dari cara ini adalah sering terjadinya harga kembali mengikuti arah trendline dan melanjutkan trend awal.

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.60 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply