Cara Menentukan Titik Support dan Resistance

Bonus Welcome Deposit FBS

Support dan Resistance merupakan dua konsep utama dalam analisa forex yang harus dikuasai oleh trader. Secara umum, istilah Support dan Resistance digunakan untuk menyebut level-level tertentu pada chart yang bertindak sebagai pembatas yang menghalangi pergerakan harga ke arah tertentu. Konsep awalnya sederhana, tetapi setiap trader bisa mengembangkan sendiri konsep awal itu menjadi bentuk analisis yang lebih kompleks.

Support adalah level harga di mana tren harga menurun diperkirakan akan terhenti dan terjadi peningkatan minat beli terhadap suatu pair forex. Di sisi lain, Resistance adalah level harga di mana tren harga naik diperkirakan akan terhenti dan terjadi peningkatan minat jual terhadap suatu pair forex. Setelah pergerakan harga mencapai pada titik Support atau Resistance, maka pergerakan harganya akan memantul balik (bounce) atau menerobos level tersebut (breakout) hingga mencapai titik Support dan Resistance berikutnya.

Pertanyaannya, bagaimana cara menentukan titik Support dan Resistance? Artikel ini akan mengulasnya secara menyeluruh. Perhatikan baik-baik, karena ini merupakan konsep yang wajib Anda kuasai, tak peduli apakah kelak ingin trading forex berbasis analisis teknikal maupun fundamental.

  1. Cara Menentukan Support dan Resistance Berdasarkan Tonggak Perubahan Arah Pergerakan Harga Masa Lalu

Kebanyakan trader forex mendasarkan pengambil keputusan atas keyakinan bahwa titik Support dan Resistance akan sulit ditembus. Semakin sering terjadi “bounce” pada kisaran harga tertentu, maka statusnya sebagai Support atau Resistance akan makin tinggi. Karenanya, titik-titik ini seringkali mudah dideteksi di atas chart. Perhatikan saja kisaran harga yang sering jadi titik perubahan arah pergerakan harga.

cara menentukan support dan resistance pada forex trading

Dari gambar chart di atas, kita dapat menyimpulkan dengan mudah bahwa kisaran sekitar 105.00 dan 107.00 merupakan titik Support untuk USD/JPY dalam time frame Daily (1D). Sementara itu, area Resistance utama berada sekitar level 108.00 dan 109.00. Asalkan Anda memahami pengertian titik Support dan Resistance, maka pasti dapat mengidentifikasinya dengan sekali pandang saja.

Baca Juga:   Cara Trading Forex Yang Benar Dengan Berita Kalender ForexFactory

Apabila USD/JPY bergerak turun terus dari posisinya saat ini pada 108.40, maka posisinya kemungkinan akan terbentur Support pada titik 107.00, lalu berbalik naik lagi. Namun, jika ternyata malah merosot terus, maka target jual (sell) selanjutnya mencapai level 105.00.

Tips trading forex sederhana: Arus jual dan beli di pasar forex cenderung berubah arah dekat tingkat harga dengan pembulatan genap, seperti 105.00, 107.00, 108.00, dan 109.00. Potensi harga untuk berbalik arah di sekitar titik-titik itu pasti lebih tinggi dibandingkan titik abstrak seperti 105.48 atau 107.21. Semakin banyak angka nol di belakang angka, maka statusnya sebagai titik Support atau Resistance potensial akan semakin kuat.

  1. Cara Menentukan Support dan Resistance dengan Garis Tren (Trendlines)

Ada pergerakan harga yang mudah dipantau seperti dalam chart USD/JPY di atas, karena naik-turun terus secara konstan. Namun, ada pula pergerakan harga nyaris searah yang terus menerus naik atau terus menerus turun. Bagaimana cara menentukan titik Support dan Resistance dalam situasi trending seperti itu? Solusinya adalah dengan menggambar garis tren (trendlines).

Perhatikan chart USD/CHF pada timeframe Daily (D1) di bawah ini. Pergerakan harga mengalami tren naik sejak 13 Agustus 2019 hingga 15 Oktober 2019. Tren naik ini menciptakan titik harga terendah (low) yang makin lama makin tinggi, sebagaimana nampak pada titik-titik yang ditandai garis biru.

cara narik trendline untuk support resistance forex

Garis biru tersebut menandai Support dalam kondisi harga uptrend (tren naik). Lalu, dimana titik Resistance-nya? Dalam kondisi uptrend, kita akan kesulitan menentukan Resistance tertentu, karena harga kemungkinan terus menerus mencetak titik tertinggi baru. Untuk entry atau open posisi, ada dua opsi yang dapat diambil:

  • Menunggu hingga pergerakan harga mengalami bounce (memantul) dari garis tren yang menandai Support, lalu open posisi beli (buy)
  • Menunggu hingga pergerakan harga menerobos Support seperti nampak pada sisi gambar paling kanan, kemudian open posisi jual (buy).
Baca Juga:   Yang Harus Diketahui Tentang Trading Emas

Apabila kondisi harga downtrend (tren turun), maka kita dapat melakukan strategi kebalikannya, yaitu menggunakan garis tren sebagai Resistance untuk menandai titik harga tertinggi (high) yang semakin lama semakin menurun. Tunggu hingga harga bounce atau breakout dari garis tren tersebut, sebelum melakukan open posisi buy ataupun sell.

Selain itu, Anda juga bisa menggambar garis tren ganda hingga membentuk channel yang mengurung pergerakan harga dalam kondisi uptren dan downtrend. Contohnya nampak dalam chart EUR/USD pada timeframe Daily (D1) di bawah ini. Model analisis seperti ini dapat dijadikan acuan trading selama berhari-hari, hanya dengan sekali gambar saja.

menggambar garis tren ganda hingga membentuk channel yang mengurung pergerakan harga dalam kondisi uptren dan downtrend

  1. Cara Menentukan Support dan Resistance dengan Moving Average (MA)

Cara menentukan Support dan Resistance ketiga ini membutuhkan indikator teknikal bernama Moving Average (MA). Indikator ini sudah tersedia dalam semua platform trading forex, sehingga Anda cukup menambahkannya pada chart dari daftar menu indikator dalam platform, kemudian menyesuaikan parameter period dengan timeframe chart. Garis Moving Average akan muncul pada chart sebagai titik Support dan Resistance dinamis atau berubah-ubah.

Seperti apa bentuknya dan bagaimana cara menggunakannya? Mari perhatikan contoh di bawah ini, nampak chart EUR/USD dengan timeframe Daily (D1) dengan Moving Average tipe Simple dan period 26. Garis Moving Average tampil dalam bentuk garis oranye memanjang di tengah chart.

Baca Juga:   Cara Bermain Forex yang Benar untuk Menjadi Trader Profesional

3. Cara Menentukan Support dan Resistance dengan Moving Average (MA)

Cara menentukan titik Support dan Resistance di sini cukup dengan membandingkan: apakah posisi garis Moving Average (MA) berada di atas atau di bawah grafik harga candlestick? Garis MA di atas harga akan berperan sebagai titik Resistance, sedangkan garis MA di bawah harga akan berperan sebagai titik Support.

Cara menggunakan hasil identifikasi Support dan Resistance sama saja dengan trendline, yaitu:

  • Untuk open posisi buy: Menunggu hingga pergerakan harga mengalami bounce (memantul) ke atas dari garis MA yang menandai Support, atau pergerakan harga menerobos Resistance (breakout) ke arah atas.
  • Untuk open posisi sell: Menunggu hingga pergerakan harga mengalami bounce (memantul) ke bawah dari garis MA yang menandai Resistance, atau pergerakan harga menerobos Resistance (breakout) ke arah bawah.

Sederhana sekali, bukan?! Tak butuh jadi pakar forex untuk menggambar garis tren maupun memasang indikator Moving Average. Namun, kondisi pasar forex selalu berubah-ubah, sehingga ada baiknya Anda rajin berlatih menentukan titik Support dan Resistance dalam kondisi chart yang berbeda-beda.

Ini merupakan tiga cara menentukan titik Support dan Resistance paling sederhana dan populer di jagat trading forex. Trader pemula maupun berpengalaman dari berbagai negara sering menggunakannya untuk mendapatkan cuan. Selain itu, masih ada banyak cara lain untuk menentukan titik Support dan Resistance. Misalnya dengan menggambar Fibonacci Retracement, memasang indikator Bollinger Bands, atau mengukur perubahan volume perdagangan. Anda bisa coba menguji beberapa cara lain tersebut setelah menguasai teknik analisis yang lebih sederhana.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply