Cara Open Posisi (OP) Forex yang Benar Bagi Trader Pemula

Bonus Welcome Deposit FBS

Bagi orang-orang yang baru mengenal forex, cara open posisi forex (OP) yang benar menjadi misteri, karena setiap kali trading pasti salah terus. Nampak garis pada grafik harga itu naik, berarti harga meningkat, apakah kita harus beli (Buy)? Tapi setelah Buy, kenapa malah muncul tanda minus yang berarti uang kita berkurang? Sebaliknya, ketika garis pada grafik harga itu turun, bukankah semestinya kita jual (Sell)? Tapi kenapa malah jadi rugi (loss)?

Pertanyaan semacam itu sangat sering dilontarkan oleh trader pemula. Bahkan, tak jarang pula trader langsung menyalahkan broker dengan menuduh mereka sengaja curang. Padahal, solusinya boleh jadi sederhana saja: Belajarlah cara open posisi forex yang benar. Jangan anggap remeh, karena open posisi merupakan suatu hal paling penting dalam trading forex. Jika tak bisa melakukannya, bagaimana bisa mendapatkan keuntungan!? Nah di sini kita akan mempelajari 4 langkah untuk open posisi.

  • Pilih Pasangan Mata Uang dengan Memperhatikan Spread

Saat Anda membuka platform trading forex seperti Metatrader, maka boleh jadi akan menemukan lampiran harga Buy dan harga Sell seperti pada gambar berikut ini.

harga Buy dan harga Sell pada MetaTrader

Harga Sell dan harga Buy di situ berbeda dengan harga pasar EUR/USD yang sedang berlaku saat ini. Biasanya ada selisih beberapa pips di belakang koma, karena adanya faktor “spread” yang diberlakukan oleh broker forex. Spread selalu berubah-ubah mengikuti pergerakan harga, dan karena itu pulalah maka setiap open posisi trading awal hampir pasti negatif, antara -1 pips atau bahkan lebih dari itu (kecuali jika spread yang diterapkan broker Anda adalah kurang dari 1 pips).

Untuk memahami spread ini, Anda bisa mengumpamakannya seperti selisih kurs jual dan kurs beli di Money Changer pada umumnya. Selisih itu merupakan pendapatan mereka, dan merupakan sesuatu yang wajar serta telah diungkapkan pada trader sejak awal, sehingga bukan termasuk kecurangan.

Baca Juga:   Support Dan Resistance Serta Perhitungannya Dengan Pivot Point

Sebagai trader, kita perlu memperhatikan spread ini sebelum open posisi. Masalahnya, semakin besar spread, maka makin besar pula biaya trading kita, dan kemungkinan makin susah pula untuk profit. Untuk lebih mudah, trader pemula sebaiknya fokus pada pasangan mata uang yang spread-nya rendah seperti EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY saja.

  • Buka Grafik Harga dan Tentukan Timeframe

Setelah memilih pasangan mata uang apa yang akan ditradingkan, berikutnya bukalah grafik harga dan pasang indikator teknikal yang Anda inginkan. Untuk membuka grafik, klik pada simbol pasangan mata uang, lalu geser dan jatuhkan (drag and drop) pada layar grafik harga. Misalnya, coba pilih pada simbol EURUSD.

Setelah grafik harga EURUSD muncul, klik kanan pada layar, lalu pilih opsi “Timeframe” seperti pada gambar berikut ini:

Timeframe pada Metatrader

Nampak bahwa pada grafik tersebut, ada beberapa pilihan timeframe. Timeframe ini artinya berapa jangka waktu pergerakan harga yang Anda ingin nampak di atas grafik. Timeframe 5 Minutes artinya setiap batang (Bar atau Candle) pada grafik itu menggambarkan pergerakan harga selama 5 menit. Sedangkan Timeframe 1 Hour berarti setiap batangnyamenggambarkan pergerakan satu jam.

Anda bisa coba dengan mengganti-ganti timeframe untuk melihat bagaimana efeknya pada grafik harga. Namun, sebagai contoh, di sini kita akan menggunakan timeframe Daily (1 Hari) yang sering disebut oleh trader profesional sebagai timeframe trading terbaik.

  • Lakukan Analisis Pasar

Ada bermacam-macam teknik analisis dalam forex. Tak peduli mana teknik analisa yang Anda pilih, satu hal pasti: Anda hanya boleh open posisi setelah melakukan analisis.

Sebagai contoh, di sini kita akan melakukan analisis teknikal menggunakan indikator Bollinger Bands. Untuk memasang indikator, Anda bisa klik menu “Insert” pada toolbar, lalu pilih opsi “Indicators”. Setelah itu, cari opsi “Trend”, kemudian pilih “Bollinger Bands”.

Baca Juga:   Cara Menghindari Margin Call

memasang Indikator forex pada metatrader

Nantinya akan muncul jendela konfigurasi indikator. Apabila Anda belum memahami seluk beluk indikator Bollinger Bands, sebaiknya biarkan saja apa adanya dan langsung klik “OK” untuk memasang indikator pada grafik harga.

menganalisa pasar forex

Indikator Bollinger Bands merupakan garis-garis biru yang melingkari grafik harga di atas. Harga memiliki kecenderungan untuk bergerak naik-turun dalam batas-batas garis Bollinger Bands ini. Jika harga sudah mencapai garis teratas (Upper Band), maka harga akan bergerak turun. Sedangkan jika harga sudah mencapai garis terbawah (Lower Band), maka harga cenderung berbalik naik. Begitu seterusnya.

Nah, sekarang, perhatikan posisi beberapa batang (Bar/Candle) terakhir saja terhadap Bollinger Bands. Nampak bahwa grafik harga sedang dalam pergerakan turun dari Upper Band, dan sementara ini berada dekat garis tengah (Middle Band). Di sini, Anda bisa menyimpulkan: ada potensi harga akan bergerak turun lagi hingga mencapai Lower Band.

  • Open Posisi

Setelah memahami kemana kemungkinan arah harga bergerak selanjutnya, barulah Anda boleh mulai mempertimbangkan untuk open posisi. Namun, ini pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Saat awal membuka platform trading, Anda mungkin tergoda oleh tombol “Sell” dan “Buy” yang muncul dengan sangat mencolok di atas grafik harga seperti nampak pada beberapa gambar di atas, Namun, trader pemula sebaiknya jangan klik pada kedua tombol itu karena meskipun instan, tetapi lebih riskan. Langkah yang benar adalah klik menu “New Order” yang ada pada toolbar di atasnya.

cara transaksi forex di metatrader platform

Setelah klik “New Order”, Anda akan menemukan bahwa tipe order dalam forex ada dua jenis, dan keduanya bukanlah Buy dan Sell, melainkan Market Order (Instant Execution) dan Pending Order. Coba perhatikan kolom “Type” pada jendela yang muncul setelah Anda klik “New Order”.

cara open posisi (OP) forex yang benar untuk trader pemula

Kedua jenis order ini punya efek open posisi yang berbeda.

  • Market Order (Instant Execution): Open posisi pada harga saat ini yang akan langsung dieksekusi oleh platform trading kita. Jenisnya ada dua: Buy dan Sell.
  • Pending Order: Open posisi pada suatu level harga yang mungkin akan tercapai di masa depan, dan baru akan dieksekusi jika pergerakan harga benar-benar mencapai level tersebut. Pada platform trading, minimal ada empat jenis, yaitu Buy Stop, Sell Stop, Buy Limit, dan Sell Limit.
Baca Juga:   Mengenal Apa Itu Teknologi Blockchain

Sebagai trader pemula, Anda perlu menguasai Market Order terlebih dahulu yang sifatnya lebih sederhana. Namun, seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan pengalaman, maka Anda bisa mencontoh para trader yang lebih berpengalaman yang justru lebih sering open posisi dengan memanfaatkan Pending Order daripada Market Order.

Misalnya pada contoh open posisi berdasarkan hasil analisis menggunakan Bollinger Bands tadi, Anda bisa langsung open posisi Sell (Instant Execution). Isi kolom Take Profit dengan angka harga yang tercantum dekat Lower Band, dan Stop Loss pada level harga yang setara dengan puncak batang (Bar/Candle) sebelumnya. Ini adalah alternatif paling mudah dan sederhana, serta Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan cepat jika prediksi benar-benar terjadi.

Apabila sudah mahir membaca pergerakan harga, bisa juga Anda pasang Pending Order bertipe Sell Limit pada harga yang bertepatan dengan garis Upper Band atau Middle Band, jika diperkirakan harga akan naik dulu, baru kemudian bergerak turun. Sebaliknya, jika Anda kira harga kemungkinan bakal naik drastis setelah mencapai Lower Band, maka dapat pula buka Pending Order berupa Buy Limit pada kisaran harga dekat Lower Band. Namun, alternatif Pending Order ini sebaiknya hanya dilakukan ketika Anda sudah berpengalaman trading cukup lama saja.

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading...

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply