Cara Trading Forex yang Benar dan Menguntungkan Bagi Pemula

Bonus Welcome Deposit FBS

Tahukah Anda bahwa menurut penelitian AMF Prancis, sebanyak 9 dari 10 orang yang mulai trading forex mengalami kerugian!? Ada banyak sebab mengapa hal itu terjadi, tetapi salah satu yang paling penting adalah karena banyak orang hanya setor dana lalu asal trading saja, pasang robot yang tidak jelas asal-usulnya, atau mempercayakan dananya untuk di-trading-kan orang lain padahal belum tahu reputasi mereka. Oleh karenanya, Anda harus tahu bagaimana cara trading forex yang benar, sebelum membuang-buang uang berjuta-juta untuk deposit yang berakhir dengan kerugian.

Pertanyaannya, bagaimana cara trading forex yang benar untuk meraih profit konsisten bagi pemula? Jika para trader profesional ditanya mengenai hal ini, jawabannya tentu himbauan agar Anda belajar dulu mengenai trading forex. Namun, seringkali kita butuh tips yang lebih konkrit dan praktis, bukan sekedar himbauan seperti itu. Nah, artikel ini akan mengulas sejumlah cara trading sederhana yang mudah dipraktekkan oleh pemula untuk mendapatkan keuntungan dalam forex.

  • Setting Akun Riil yang Tepat

Banyak trader pemula berpikir bahwa semakin besar deposit awal, maka makin mudah pula untuk mendapatkan keuntungan. Padahal, ini merupakan pandangan yang keliru. Sebagaimana diungkapkan oleh Warren Buffett, “Risiko timbul dari ketidakpahaman Anda mengenai hal yang Anda lakukan”. Dengan kata lain, bagi trader pemula yang baru terjun dalam dunia forex dan belum punya pengetahuan maupun pengalaman memadai, risiko trading itu sangat tinggi. Jadi, jangan coba-coba untuk memasukkan dana terlalu besar saat Anda baru mulai trading pada akun riil.

Berdasarkan pengalaman penulis, berikut ini setting akun riil yang tepat bagi pemula:

  • Modal awal antara USD100-500.
  • Leverage 1:100.
  • Lot minimal 0.01.

Perlu diketahui, leverage dapat memperbesar kekuatan modal Anda. Contohnya jika broker forex memberikan leverage 1:100; berarti dengan modal USD200 saja, Anda sudah bisa trading seolah-olah memiliki dana USD20,000. Namun, jika leverage terlalu besar hingga 1:500 atau lebih, maka Anda akan kehilangan kepekaan untuk mengenali berapa besar dana yang sebenarnya Anda miliki. Padahal, keuntungan maupun kerugian akan dihitung secara proporsional dengan leverage itu pula. Jadi, sebaiknya pilih leverage yang pertengahan dan mudah diseimbangkan saja, yaitu 1:100.

Baca Juga:   Trading Forex Tanpa Modal

Lot adalah satuan volume trading terkecil. Apabila Lot 1, berarti per transaksi minimal bernilai USD100,000; sedangkan lot 0.1 = USD10,000 dan lot 0.01 = USD1,000. Semakin besar lot, maka akumulasi keuntungan maupun kerugian akan makin cepat. Sedangkan jika Anda trading dengan lot kecil, maka keuntungan maupun kerugian menjadi makin lambat terhimpun, tetapi risiko akan lebih mudah dikendalikan. Pengendalian risiko inilah alasan mengapa trader pemula sebaiknya menggunakan lot 0.01 saja. Lebih baik untung sedikit demi sedikit menjadi bukit, daripada bangkrut duluan karena terlalu berani.

  • Pilih Pasangan Mata Uang dan Waktu Trading yang Tepat

Pasar forex memang buka 24 jam, 5 hari seminggu. Namun, itu tidak berarti Anda bisa trading kapan saja sesuka hati. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang waktu trading:

  • Sekitar 1 jam sebelum dan setelah rilis data ekonomi berdampak tinggi pada kalender forex, pergerakan harga biasanya menjebak trader. Jadi, jangan lupa untuk memeriksa kalender forex setiap hari atau setiap minggu.
  • Sekitar 4-5 jam pada akhir pekan menjelang penutupan pasar (Jumat malam/Sabtu dini hari), mayoritas trader besar di AS sudah siap-siap liburan dan menutup posisi trading mereka, sehingga situasi biasanya sepi dan tidak bagus untuk trading.
  • Pada sesi Sydney dan Tokyo (5:00 WIB/23:00 GMT) cenderung sepi dan pergerakan harga lambat. Pasangan mata uang yang ramai diperdagangkan hanyalah Yen Jepang (JPY), Dolar Australia (AUD) dan Dolar Selandia Baru (NZD). Memasuki sesi London (14:00 WIB/07:00 GMT), barulah pergerakan harga melaju lebih cepat, khususnya Euro dan Pound. Namun, semua pair mayor biasanya menunjukkan peluang trading bagus ketika pertengahan sesi London menjelang sesi New York (19:00 WIB/12:00 GMT).

jam pasar forex dunia

Selain itu, trader pemula seringkali punya anggapan keliru bahwa pasangan-pasangan mata uang cross seperti EUR/GBP, EUR/JPY, dan lain sebagainya itu bisa lebih menguntungkan daripada pair mayor yang sudah mainstream. Padahal, biaya trading (spread dan komisi) untuk pair cross itu lebih mahal dibandingkan pair mayor. Jika Anda tak punya kepastian bisa untung benar-benar besar, sebaiknya jauhi pair cross. Bagi pemula, paling tepat fokus trading pair mayor saja, yaitu maksimal tujuh pair EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, NZD/USD, USD/CAD dan USD/CHF.

Cara trading forex yang benar dan profit konsisten di major pairs

Kenali karakter ekonomi masing-masing negara asal mata uang tersebut, serta ketahui event berdampak tinggi apa saja dari masing-masing negara yang akan muncul pada kalender forex. Hal ini akan menjadi bekal bagi Anda dari aspek fundamental. Namun, jangan abaikan juga untuk memeriksa tren jangka panjang masing-masing pair, berdasarkan indikator teknikal atau pemantauan pergerakan harga di timeframe Monthly dan Weekly.

Baca Juga:   Faktor Mendasar dari Fundamental Forex
  • Susun Rencana Trading Lengkap

Berdasarkan setting akun trading dan pengetahuan yang telah diperoleh pada dua poin sebelumnya, susunlah sebuah rencana trading yang cocok bagi Anda. Rencana trading ini bisa berdasarkan teknik dan indikator apapun yang Anda suka.

Umumnya trader di Indonesia menyukai Scalping. Namun, para trader profesional justru lebih memilih Day Trading. Oleh karenanya, sebagai contoh, perhatikan rencana Day Trading berikut ini:

  1. Waktu Trading: Analisa pasar setiap pukul 14:00 (pada sesi Eropa, setelah penutupan sesi Asia)
  2. Pair: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD
  3. Timeframe: H1
  4. Indikator Teknikal: Simple Moving Average (SMA) dengan period 20 dan 50
  5. Volume Trading: 0.03 lot
  6. Manajemen Risiko: Risk/Reward: 1:2
  7. Aturan Entry: Open Buy jika garis SMA-20 bergerak naik melintasi SMA-50 dari bawah ke atas. Open Sell jika garis SMA-20 bergerak turun melintasi SMA-50 dari atas ke bawah.
  8. Aturan Exit: Take Profit 60 pips dan Stop Loss 30 pips, atau Trailing Stop 20 pips.

Rencana ini hanya merupakan contoh. Anda dapat merubahnya sesuai dengan teknik trading dan jadwal sehari-hari Anda sendiri. Seperti apapun isinya, yang terpenting Anda harus punya suatu rencana trading yang matang dengan Risk/Reward minimal 1:2 dan dilaksanakan secara disiplin.

Berdasarkan rencana trading ini, Anda hanya akan trading apabila persyaratan entry sudah terpenuhi. Bagaimana jika grafik harga pada semua mata uang yang ditentukan tak menunjukkan peluang sesuai syarat entry? Jangan trading. Daripada memaksakan diri untuk trading di saat yang tak tepat, lebih baik libur dulu. Toh, besok atau esok lusa akan ada peluang baru.

Baca Juga:   Teknik Compounding Forex untuk Melipatgandakan Profit Trading

Demikian pula, sebaiknya jangan melanggar aturan exit yang telah ditentukan. Anda boleh jadi berpikir, masih ada peluang naik cukup besar, sehingga tidak Take Profit walau sudah untung 60 pips. Namun, pasar tidak bisa ditebak. Bagaimana jika bukannya untung lebih besar, harga malah berbalik turun hingga terkena Stop Loss? Inilah pentingnya rencana trading yang matang dan ditaati sepenuhnya. Cara trading forex yang benar dan menguntungkan bukan didasarkan pada indikator atau teknik tertentu, melainkan ditentukn oleh setting akun, pengetahuan tentang pasangan mata uang yang di-trading-kan, serta rencana trading seperti ini.

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 4,21 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply