CHF Dilanda Longsor Mini Akibat Liburan Di Jepang

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CHF seringkali dianggap sebagai salah satu pair paling tenang dengan volatilitas rendah di kalangan trader forex. Namun, pagi tadi, pair ini bergerak naik sedemikian cepat dan langsung jatuh lagi hingga mencetak fluktuasi sekitar 110 pips dalam waktu kurang dari satu jam. Anomali ini disinyalir disebabkan oleh disfungsi robot trading akibat ditutupnya bank-bank Jepang dalam rangka libur National Founding Day.

CHF Dilanda Longsor Mini Akibat Liburan Di Jepang

Pergolakan USD/CHF yang bersifat sangat mendadak tadi pagi sempat mengantarkan pasangan mata uang ini ke kisaran 1.009, level tertingginya sejak bulan November 2018. Namun, harga spontan ambruk kembali ke level terendah di sekitar 0.9983, sehingga menimbulkan efek perubahan kumulatif dua kali lipat lebih besar ketimbang rata-rata pergerakan harian USD/CHF dalam kondisi wajar. Padahal, tak ada rilis data ekonomi penting pada saat itu.

Anomali yang mirip dengan ini terjadi pula pada pair JPY/AUD pada awal Januari. Menjelang libur tahun baru Jepang saat itu, Yen meroket hampir 8 persen versus Aussie. Dibandingkan peristiwa mengejutkan itu, pergolakan USD/CHF sekitar 1 persen hari ini nyaris bukan apa-apa.

Baca Juga:   Outlook Mingguan FOREX : 02 - 06 Mei 2016

Menurut Rodrigo Catril dari NAB, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Bloomberg, “Kurangnya likuiditas adalah penyebab umum dalam kejadian seperti ini.”

Ia mensinyalir kalau fluktuasi barangkali diakibatkan oleh kekeliruan saat memasukkan data ke dalam algoritma yang digunakan dalam trading otomatis oleh sejumlah lembaga keuangan besar. Eksekusi otomatis itu tak memperhitungkan tipisnya likuiditas pasar di tengah liburan bank-bank Jepang hari ini.

Efek dari anomali hanya berlangsung sekejap. Pada pertengahan sesi Eropa, posisi USD/CHF sudah kembali bergerak relatif stabil di kisaran 1.002. Dolar AS menguat sekitar 0.33 persen versus Franc, setelah data inflasi Swiss dilaporkan merosot pada bulan Januari.

Consumer Price Index (CPI) tercatat minus 0.3 persen (Month-over-Month) dalam bulan Januari, sama dengan periode sebelumnya. Sementara itu, inflasi konsumen tahunan melandai dari 0.7 persen (Year-over-Year) ke laju 0.6 persen. Data ekonomi tersebut mengindikasikan kecilnya peluang bagi bank sentral Swiss (Swiss National Bank) untuk menaikkan suku bunga ataupun mengambil kebijakan pengetatan moneter lain.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply