China Setuju Kesepakatan Dagang Fase-1, Dolar AS Melemah

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) terkoreksi 0.1 persen ke kisaran 98.35 pada awal sesi New York hari ini (15/10), meskipun sempat menguat selama sesi Asia-Eropa. Pelemahan Greenback kali ini berhubungan dengan berkurangnya kekhawatiran pasar tentang prospek kesepakatan dagang AS-China serta serangkaian laporan keuangan positif dari sejumlah perusahaan terkemuka negeri Paman Sam. Aset safe haven seperti Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss, ditinggalkan oleh trader yang mengincar aset-aset dengan return lebih tinggi.

Dolar AS Melemah

Dolar AS diperdagangkan sideways selama hari Senin hingga tadi siang, karena besarnya kekhawatiran pelaku pasar mengenai prospek diresmikannya kesepakatan dagang fase 1 antara AS dan China. Sempat beredar rumor bahwa China menginginkan negosiasi tingkat tinggi lagi pada akhir bulan ini untuk mematangkannya, sehingga banyak pihak cemas jika kesepakatan itu malah batal ditandatangani seperti beberapa rencana kesepakatan dagang AS-China sebelumnya.

Beberapa jam lalu, China akhirnya mengumumkan persetujuan terhadap rancangan kesepakatan dagang fase 1. Media massa mengutip pernyataan resmi juru bicara Kementrian Luar Negeri China, Geng Shuang, sebagai pihak yang mengonfirmasi info tersebut. Pernyataan itu pun sontak meningkatkan minat risiko pasar lagi, sehingga aset-aset safe haven seperti Dolar AS kembali ditinggalkan pembeli.

Baca Juga:   Sterling Melonjak Nantikan Kesepakatan Brexit Dalam 24-48 Jam Ke Depan

“Kesepakatan itu akan sangat signifikan. Ini sangat bermanfaat bagi China, Amerika Serikat, dan dunia, juga bagi perekonomian, perdagangan, dan perdamaian global,” kata Geng, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Xinhua.

Berita terbaru dari negeri Panda ini mendukung pemulihan harga mata uang komoditas, sekaligus menggairahkan lantai bursa saham AS. AUD/USD dan NZD/USD memangkas setengah pelemahan hari ini dalam tempo satu jam. Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga melonjak lebih dari 277 poin atau hingga 1 persen ke level 27,065.27.

Sejumlah laporan keuangan dari perusahaan top AS turut mendukung peningkatan antusiasme pasar. Awal bulan ini, kecemasan pasar tentang dampak perang dagang AS-China sempat memuncak karena buruknya laporan Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur AS. Namun, laporan keuangan terbaru dari JPMorgan Chase, UnitedHealth, dan Johnson & Johnson menghapus kekhawatiran tentang dampak perang dagangĀ  yang berkepanjangan terhadap korporasi elite Amerika.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply