CPI Tokyo Menguat, Yen Dibebani Penurunan Minat Safe Haven

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen melemah kembali pada perdagangan hari Jumat ini (25/1), dengan pasangan mata uang USD/JPY menanjak 0.17 persen ke kisaran 109.82, EUR/JPY meningkat sekitar 0.50 persen ke level 124.46, dan GBP/JPY naik 0.30 persen ke level 143.61. Walaupun data ekonomi dari Jepang menunjukkan angka yang melampaui ekspektasi, tetapi kabar terbaru seputar negosiasi dagang AS-China cenderung mengurangi minat pasar pada aset Safe Haven seperti Yen.

CPI Tokyo Menguat, Yen Dibebani Penurunan Minat Safe Haven

Tadi pagi, data Core Consumer Price Index (CPI Inti) kawasan Tokyo dilaporkan mengalami peningkatan 1.1 persen (Year-on-Year) pada bulan Januari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi yang dipatok pada 0.9 persen, sama dengan periode sebelumnya.

Meski membaik, inflasi masih jauh dari target 2 persen dan tidak mencakup keseluruhan Jepang, sehingga belum tentu memengaruhi arah kebijakan bank sentral dan tak mampu mendongkrak Yen. Di sisi lain, kekhawatiran pasar mengenai negosiasi perdagangan antara AS dan China sedikit memudar setelah dua pejabat AS menyampaikan pesan optimistis.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyampaikan bahwa baik AS maupun China sama-sama berkeinginan kuat untuk mencapai suatu kesepakatan, dan ada peluang cukup besar bagi kesepakatan tersebut untuk terealisasikan. Dalam interview dengan CNBC, Ross pun memaparkan sejumlah kemajuan dalam hal-hal yang “lebih mudah (untuk dinegosiasikan)” seperti berapa banyak produk Kedelai dan LNG yang akan dibeli oleh China dari Amerika Serikat.

Baca Juga:   USD / CAD Naik Ke Tertinggi 1 Minggu Di Awal Perdagangan

Penasehat Ekonomi Gedung Putih, Lawrence Kudlow, juga mengungkapkan kepada media bahwa Presiden Donald Trump optimis terhadap negosiasi antara kedua negara. Hal ini memudarkan kerisauan pasar yang muncul setelah pemerintah AS mengulangi permohonan ekstradisi CFO Huawei dari Kanada, serta menepis permintaan diskusi sebelum kunjungan Wakil Perdana Menteri China Liu He akhir bulan ini.

Di samping itu, sebuah rumor mengenai tambahan dukungan bagi rencana kesepakatan Brexit terbaru juga merebak dari Inggris, sehingga minat risiko pasar menanjak untuk sementara waktu. Konsekuensinya, Yen Jepang yang dikenal sebagai aset Safe Haven pun mulai tertekan kembali. Di sisi lain, aset keuangan yang berisiko lebih tinggi seperti Dolar Australia dan saham-saham terkemuka, mengalami kenaikan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply