CPI Ungguli Ekspektasi, Loonie Berbalik Tekan Dolar AS

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Kanada berupaya kembali menekan Dolar AS pada awal sesi New York hari Jumat ini (18/1), setelah rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) Kanada dilaporkan lebih baik ketimbang estimasi awal. Pasangan mata uang USD/CAD terpantau merosot sekitar 0.20 persen dalam perdagangan intraday ke kisaran 1.3254, setelah sempat mencapai rekor tertinggi sepekan pada perdagangan hari Kamis lalu.

CPI Ungguli Ekspektasi, Loonie Berbalik Tekan Dolar AS

Badan Statistik Kanada melaporkan bahwa Consumer Price Index hanya menurun 0.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Desember, alih-alih merosot 0.4 persen sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Laju inflasi konsumen tahunan juga menanjak dari 1.7 persen menjadi 2.0 persen, sehingga mengokohkan asumsi bahwa stabilitas inflasi Kanada tahun 2018 tetap terkendali sesuai target bank sentralnya.

Data inflasi sangat penting dalam memproyeksikan laju kenaikan suku bunga bank sentral. Tahun lalu, Bank of Canada (BoC) telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali hingga sampai ke level 1.75 persen saat ini. Pada bulan Oktober, mereka mengisyaratkan akan menaikkannya terus hingga mencapai level netral antara 2.5-3.5 persen selama 2019-2020. Namun, bank sentral mulai memupuskan harapan akan kenaikan lanjutan setelah serangkaian data ekonomi dilaporkan memburuk dan harga minyak terjun bebas menjelang akhir tahun 2018.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 16/11/2018 - PGN LUNCURKAN 32 UNIT GASLINK TRUK BAHAN BAKAR GAS

Pada bulan Januari, BoC menyatakan bahwa suku bunga masih akan mengalami kenaikan tahun ini, tetapi mereka akan bertindak dengan lebih hati-hati. Dengan kata lain, laju kenaikan tahun 2019 bisa jadi lebih lambat dibandingkan tahun 2018. Dalam hal ini, kokohnya data inflasi untuk bulan Desember merupakan kabar baik bagi trader, karena mendukung kenaikan suku bunga BoC.

Sementara itu, harga minyak mentah futures mengalami kenaikan pesat. Minyak mentah WTI melonjak 0.77 persen ke level 52.55 Dolar AS per barel, sedangkan Brent meroket lebih dari 1 persen ke level 61.60 Dolar AS. Selisih antara harga minyak acuan Western Canadian Select dan WTI telah menyempit dalam beberapa waktu belakangan, sehingga kenaikan WTI turut mendongkrak Dolar Kanada yang berjuluk Loonie ini.

Meski demikian, prospek harga minyak masih volatile. Menurut Bank Dunia, outlook harga minyak mentah hanya akan mencapai rata-rata USD67 per barel pada tahun 2019 dan 2020. Begitupun, proyeksi itu bergantung pada penerapan kesepakatan pemangkasna produksi diantara OPEC dan negara-negara produsen minyak lainnya. Dengan kata lain, bila mereka mangkir dan tetap menggenjot produksi, maka bukan tidak mungkin jika harga minyak bakal merosot lagi dengan turut menyeret Loonie.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply