Data Building Permits Dukung Dolar AS Menjelang Pengumuman Fed

Bonus Welcome Deposit FBS

Setelah sempat tertekan dalam sesi Asia dan Eropa tadi pagi, Indeks Dolar AS (DXY) berupaya beranjak naik pada sesi New York (18/12), setelah data Building Permits menunjukkan performa lebih baik ketimbang ekspektasi. Walaupun rekor intraday masih negatif, tetapi Dolar AS berhasil memangkas pelemahannya terhadap mata uang-mata uang mayor.

Data Building Permits Beri Dukungan Bagi Dolar AS

US Census Bureau melaporkan bahwa data Building Permits mengalami kenaikan 5.0 persen (Month-over-Month) dalam bulan November lalu, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan -0.4 persen yang tercatat pada periode sebelumnya. Selain itu, data Housing Starts yang mencatat pembangunan rumah yang baru dimulai di AS, juga mengalami peningkatan.

Housing Starts melonjak 3.2 persen (Month-over-Month) pada bulan November. Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang ekspektasi awal yang dipatok pada -0.2 persen, dan sepenuhnya membalik pertumbuhan -1.6 persen yang terjadi pada periode Oktober.

Pasca rilis data ini, Dolar AS mulai menguat terhadap sejumlah mata uang mayor pada timeframe Hourly. Bahkan, pasangan mata uang USD/CAD berhasil berbalik ke level harga pembukaan di kisaran 1.3400 setelah sempat negatif tipis pada awal sesi New York.

Baca Juga:   AUD / USD Turun Ke Posisi Terendah 1,5 bulan Setelah Data Australia

Dibandingkan data ekonomi yang dirilis AS, data-data Kanada lebih suram. Badan Statistik Kanada melaporkan bahwa Penjualan Manufaktur menurun 0.1 persen (Month-over-Month) dalam bulan Oktober. Padahal, pertumbuhan penjualan manufaktur awalnya diekspektasikan akan naik 0.3 persen, setelah meningkat 0.2 persen pada bulan September.

Dengan demikian, data Building Permits dan Housing Starts ini memberikan dukungan bagi Dolar AS di tengah simpang-siur spekulasi suku bunga Fed dan gonjang-ganjing isu Government Shutdown. Selanjutnya, pelaku pasar akan kembali berfokus pada pengumuman suku bunga oleh Federal Reserve pada hari Kamis dini hari waktu Indonesia Barat.

Saat ini, mayoritas pelaku pasar mengekspektasikan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, tetapi memangkas proyeksi kenaikan suku bunga tahun depan. Apabila Federal Reserve ternyata mempertahankan rencana kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun 2019, sebagaimana tertuang dalam proyeksi dot plot pasca rapat bulan September, maka Dolar AS punya peluang meroket. Namun, jika Fed merubah proyeksinya menjadi satu kali kenaikan saja atau bahkan tak ada kenaikan sama sekali, maka Dolar AS bisa longsor.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply