Data CPI dan Isu Brexit Kembali Menjegal Poundsterling

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling merosot 0.40 persen ke level 1.2920 versus Dolar AS pada perdagangan sesi Eropa hari Rabu ini (14/November), menghapus lebih dari separuh kenaikan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Rilis data CPI Inggris yang meleset dari ekspektasi serta kembali kacaunya rencana Brexit, menjadi sorotan pasar kali ini.

Data CPI Inggris Kembali Menjegal Poundsterling

Kemarin, Poundsterling sempat reli setelah sebuah kesepakatan terkait masalah perbatasan Irlandia yang menjadi titik kritis dalam negosiasi Brexit dikabarkan telah tercapai dan siap ditandatangani oleh Inggris dan Uni Eropa pada akhir bulan ini. Namun, reaksi dari kelompok pro-Brexit dalam tubuh partai Konservatif yang menguasai parlemen Inggris, kembali memunculkan ketidakpastian.

Mereka mengindikasikan akan menggagalkan upaya Perdana Menteri Theresa May untuk menggolkan kesepakatan tersebut di parlemen. Padahal, pihak Uni Eropa telah mensinyalkan bahwa sebuah draft harus sudah diajukan dalam beberapa hari ke depan, jika Inggris ingin agar para pejabat UE menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk menyetujuinya dalam bulan ini.

“Pounds terus menanjak dan sebuah pengumuman mengenai kesepakatan antara Brussels dan London nampaknya sudah diperhitungkan dengan baik, jadi kenaikan dari sini sepertinya akan terbatas bagi Pound,” ujar Derek Halpenny, seorang pakar strategi forex di MUFG London.

Baca Juga:   Sterling Melompat Di Atas 1,49 Sebagaimana Jajak Pendapat Brexit Menempatkan Tetap Di Depan

Analis di Bank of America Merrill Lynch juga menyampaikan bahwa kesepakatan mengenai pengunduran diri Inggris dari Uni Eropa merupakan prasyarat pertama bagi Poundsterling untuk memperpanjang masa pemulihannya. Namun, upaya untuk menggolkan kesepakatan tersebut di parlemen Inggris merupakan rintangan kedua, final, dan paling dahsyat yang menghalangi pergerakan Pounds ke level yang lebih tinggi.

Pakar dari BofA Merrill Lynch meyakini bahwa kesepakatan bisa dicapai antara pemerintah Inggris dan Uni Eropa. Namun, mereka tak yakin kalau kesepakatan tersebut dapat meraup dukungan cukup besar dari anggota parlemen Inggris di House of Lords maupun House of Commons.

Kabinet PM May akan kembali menggelar rapat untuk mendiskusikan upaya kompromi mengenai Brexit ini pada pukul 14:00 GMT hari ini. Sementara itu, tadi sore, UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) hanya tumbuh 0.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Oktober; sehingga inflasi tahunan stagnan pada level 2.4 persen, alih-alih menanjak ke 2.5 persen. Data ini menggoyahkan keyakinan pasar kalau bank sentral Inggris benar-benar bakal menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan setelah Brexit berlalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply