Data Ekonomi AS Beragam, Reli Dolar Macet Di Bawah 97.40

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) tertahan di bawah level 97.40 pada awal perdagangan sesi New York hari Jumat ini (29/3), meskipun data New Home Sales dan sentimen ekonomi Michigan dirilis lebih baik ketimbang ekspektasi awal. Efek rilis GDP AS kemarin yang lebih buruk dibandingkan perkiraan, agaknya mulai masuk dalam perhitungan pelaku pasar.

Saat berita ditulis, DXY bergerak di sekitar level 97.23 dan Dolar AS menunjukkan performa beragam terhadap mata uang mayor lainnya. Pasangan mata uang EUR/USD menanjak sekitar 0.1 persen pada kisaran 1.1230, sementara GBP/USD merosot 0.25 persen ke kisaran 1.3000 akibat ketidakpastian Brexit dan USD/JPY naik sekitar 0.21 persen ke level 110.87 setelah rilis data ekonomi Jepang yang kurang memuaskan.

Reli Dolar Macet Di Bawah 97.40

Laporan New Home Sales menguat 4.9 persen (Month-over-Month) dalam periode Februari 2019, atau bertumbuh lebih tinggi dibandingkan perkiraan 1.3 persen. Namun, laju pertumbuhan bulanan untuk data perumahan ini lebih lambat ketimbang pencapaian 8.2 persen pada periode Januari. Bias beragam juga nampak dalam sejumlah rilis data ekonomi AS lainnya malam ini.

Baca Juga:   Aussie Jatuh Untuk Hari Ketiga VS Dollar Pada Spekulasi Fed Taper

University of Michigan melaporkan bahwa indeks sentimen konsumen membaik dari 97.8 (preliminer) menjadi 98.4 (final) dalam bulan Maret 2019, tetapi ekspektasi konsumen terkoreksi dari 89.2 menjadi 88.8 dalam periode yang sama. Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk kawasan Chicago juga dikabarkan mundur dari 64.7 menjadi 58.7, lebih buruk ketimbang ekspektasi yang dipatok pada 61.0.

Bauran data kali ini senada dengan rilisan hari Kamis mengenai GDP AS kuartal IV/2018. US Commerce Department melaporkan bahwa GDP Amerika Serikat mencatat performa terbaik sejak tahun 2015, tetapi pertumbuhan 2.2 persen lebih rendah dibandingkan pencapaian 2.6 persen yang muncul dari perhitungan sebelumnya. Apalagi profit korporasi AS juga melemah pada kuartal IV/2018.

Sementara itu, kemajuan baru merebak dari proses negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Sebuah laporan Reuters mengungkapkan bahwa China telah mengajukan proposal transfer teknologi yang belum pernah ada sebelumnya. Masalah penggandaan ilegal produk teknologi oleh China yang melanggar hak kekayaan intelektual perusahaan-perusahaan AS, merupakan salah satu topik krusial dalam negosiasi tersebut. Dengan demikian, kabar ini mensinyalkan makin besarnya probabilitas akan terbentuknya sebuah kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua negara, meskipun kesepakatan itu kemungkinan belum akan ditandatangani dalam waktu dekat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply