Data Ekonomi China Juni 2019 Dongkrak Minat Risiko Pasar

Bonus Welcome Deposit FBS

Minat risiko pasar kembali mencuat dalam perdagangan hari ini (15/7), setelah publikasi sejumlah data ekonomi China yang menyiratkan bahwa perlambatan aktual tak lebih buruk dari ekspektasi. Walaupun Gross Domestic Product (GDP) mencatat pertumbuhan paling lambat dalam 27 tahun terakhir, tetapi pemulihan output industri, penjualan ritel, dan investasi di negeri Panda memberikan harapan akan stabilitas ekonominya.

Data Ekonomi China Dongkrak Minat Risiko Pasar

Biro Statistik Nasional China melaporkan bahwa pertumbuhan GDP mencapai 6.2 persen (Year-on-Year) pada kuartal II/2019. Meski lebih lambat dibandingkan pencapaian 6.4 persen pada periode sebelumnya dan merupakan yang terendah sejak 1992, tetapi skor ini sesuai dengan ekspektasi awal. Apalagi, pertumbuhan GDP kuartalan malah naik 1.6 persen, mengungguli estimasi yang hanya 1.5 persen.

Sementara itu, sejumlah data ekonomi lain dari bulan Juni justru menunjukkan pemulihan yang cukup menggembirakan investor dan trader. Output industri tercatat melonjak 6.3 persen (Year-on-Year), penjualan ritel naik 9.8 persen (Year-on-Year), sedangkan investasi aset tetap menanjak 5.8 persen (Year-on-Year). Ketiganya memperbaiki sentimen risiko pasar terhadap mata uang-mata uang yang berhubungan erat dengan China, termasuk Dolar Australia dan Dolar New Zealand.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EUR / USD : 09 - 13 Juni 2014

“Sisi baiknya dari perspektif Australia adalah bahwa China -mitra dagang terbesar kami- akan terus memberikan stimulus bagi perekonomiannya untuk mencapai target pertumbuhan resmi tahunan,” kata Ryan Felsman dari Commonwealth Bank of Australia. Lanjutnya, “Kebijakan stimulus baru (dari pemerintah China) nampaknya berfungsi baik, berkontribusi pada data yang lebih kuat pada aktivitas bulan Juni, dengan investasi, produksi, dan belanja ritel semuanya melampaui ekspektasi pasar.”

Menjelang pembukaan sesi Eropa, pasangan AUD/USD sempat menanjak lebih dari 0.2 persen hingga mencapai level tertinggi 0.7038, sementara NZD/USD meroket lebih dari 0.6 persen ke kisaran 0.6734. Perbaikan sentimen pasar juga menopang posisi Euro di level tertinggi sepekan versus Greenback.

Terlepas dari itu, para pebisnis masih cenderung pesimis. Hasil survei IHS Markit menunjukkan bahwa optimisme di kalangan perusahaan China telah menyentuh level terendah sepanjang sejarah. Hasil survei outlook bisnis globalnya juga berada di level terendah sejak krisis finansial global, sebagai imbas dari konflik perdagangan AS-China. Hal ini mengisyaratkan bahwa sentimen pasar ke depan masih rentan terkoreksi oleh kabar yang lebih baru.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply