Data Ekonomi Flat, USD/CHF Rebound Dari Level Terendah Tiga Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Franc Swiss menguat tiga hari beruntun sejak akhir pekan lalu hingga USD/CHF mencapai posisi terendah dalam tiga bulan terakhir, tetapi berbalik melemah versus Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (8/1). Pasangan mata uang USD/CHF menanjak 0.13 persen ke level 0.9808 setelah data ekonomi Swiss dilaporkan tak mengalami perubahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir tahun lalu. Di sisi lain, permintaan atas mata uang Safe Haven mulai berkurang karena ekspektasi akan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

USD/CHF Rebound Dari Terendah Tiga Bulan

Switzerland State Secretariat for Economic Affairs melaporkan bahwa tingkat pengangguran (seasonally adjusted) tetap flat pada level 2.4 persen pada bulan Desember, sesuai dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, data Retail Sales dikabarkan -0.5 persen (year-on-yeaR) pada bulan November, setelah mencatat kenaikan 1.0 persen pada periode sebelumnya. Data Retail Sales ini hanya sedikit lebih baik ketimbang perkiraan yang dipatok pada -0.7 persen.

Flat-nya data-data ekonomi Swiss kali ini tak mampu mendongkrak Franc di tengah tingginya minat risiko pasar. Franc Swiss yang banyak dicari pasar saat kondisi bergejolak, justru mulai dilepas karena investor dan trader menantikan kabar positif dari perundingan dagang AS-China di Beijing.

Baca Juga:   EUR / USD Tergelincir Di Tengah Kekhawatiran Pertumbuhan Eropa

Negosiasi dagang AS-China sudah berlangsung di Beijing sejak hari Senin. Pertemuan tingkat wakil menteri dijadwalkan berakhir pada hari Selasa ini. Hingga saat berita dirilis, belum muncul rumor positif maupun negatif terkait hasil perundingan krusial tersebut, tetapi pejabat tinggi kedua negara cenderung optimis.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengungkapkan, ada peluang bagus akan tercapainya kesepakatan dagang yang disetujui kedua belah pihak. Kementrian Luar Negeri China juga menegaskan bahwa kedua belah pihak berkeinginan untuk mencapai konsensus dalam bidang perdagangan.

Optimisme pelaku pasar ini menyimpan ancaman jika kesepakatan gagal tercapai dan Amerika Serikat melanjutkan rencana kenaikan tarif impor atas produk-produk China pada bulan Maret mendatang. Pasalnya, sinyal perlambatan ekonomi China makin menjamur belakangan ini sebagai imbas dari konflik perdagangan dengan AS. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan multinasional AS juga melaporkan penurunan pendapatan pada akhir tahun 2018 akibat merosotnya permintaan dari negeri Tirai Bambu. Apabila muncul kabar negatif dari perundingan ini, maka pelaku pasar bisa beralih kembali ke aset-aset Safe Haven, termasuk Swiss Franc.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply