Data Inflasi Dorong AUD Capai Rekor Tertinggi Sepekan

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD menggapai rekor tertinggi sepekan pada level 0.6875 dalam perdagangan sesi Asia hari ini (30/10), setelah rilis data inflasi Australia menunjukkan pertumbuhan sesuai ekspektasi. Probabilitas pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh bank sentral Australia (RBA) semakin berkurang, walaupun laju inflasi dan tingkat pengangguran belum mencapai target yang ditentukan. Respons AUD terhadap kabar baik ini cenderung sedang, karena adanya jadwal rilis ekonomi yang lebih penting dalam jangka pendek.

Data Inflasi Dorong AUD Capai Rekor Tertinggi Sepekan

Australian Bureau of Statistics (ABS) mengumumkan laporan pertumbuhan inflasi konsumen yang cukup memuaskan. Menurut ABS, Consumer Price Index (CPI) meningkat 0.5 persen (Quarter-over-Quarter) selama kuartal ketiga tahun 2019. Dalam basis tahunan, CPI juga meningkat dari 1.6 persen menjadi 1.7 persen (Year-on-Year).

Semua komponen laporan inflasi konsumen Australia kali ini sesuai dengan estimasi para ekonom dan harapan trader. Konsekuensinya, spekulasi seputar pemangkasan suku bunga RBA pun semakin menyusut. Probabilitas perubahan suku bunga dalam rapat kebijakan RBA pekan depan telah berkurang hingga di bawah 50 persen. Walaupun RBA diyakini masih akan memangkas suku bunga lagi, tetapi putusan itu kemungkinan baru akan diambil setelah mereka menyaksikan data-data ekonomi bulan depan.

Baca Juga:   Dolar Australia Rontok Setelah Rilis Data Konstruksi

Dolar Australia hanya menguat tipis seusai rilis data inflasi, sehubungan dengan masih berlangsungnya rapat dewan kebijakan bank sentral AS (FOMC). FOMC dijadwalkan merilis pengumuman hasil rapat tersebut dalam beberapa jam ke depan. Pengumuman itu bakal memengaruhi pergerakan hampir semua mata uang mayor versus Dolar AS

“AUD/USD bisa naik lagi sedikit menjelang (pengumuman) rapat FOMC Oktober karena pasar (sebelumnya) masih berpandangan short terhadap AUD. Namun, apresiasi jangka pendek apapun dalam AUD kemungkinan hanya moderat. Sisi atas AUD itu terbatas,” ujar Kim Mundy, seorang pakar strategi dari CBA, “Kami juga memperkirakan FOMC memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 1.50-1.75 persen. USD bisa naik karena ada risiko FOMC mengisyaratkan penghentian penyesuaian suku bunga di tengah-tengah siklus. Terlepas dari itu, penguatan USD akan terkendali karena revisi suku bunga AS di masa depan cukup terbatas dalam pandangan kami.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply