Data Neraca Dagang China Picu Penguatan Yen

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen menguat terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari Senin ini (14/1), setelah rilis data neraca perdagangan China terbaru memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global dan keberlangsungan negosiasi dagang AS-China. Pasangan mata uang USD/JPY merosot 0.35 persen ke kisaran 108.13, sementara mata uang komoditas merosot serentak dan Indeks Dolar AS (DXY) stagnan di kisaran 95.66.

Data Neraca Dagang China Picu Penguatan Yen

General Administration of Customs melaporkan bahwa neraca perdagangan China mengalami kenaikan surplus dari 44.71 Miliar menjadi 57.06 Miliar pada bulan Desember 2018, lebih tinggi dari estimasi awal ekonom yang memperkirakan kenaikan hanya mencapai 51.53 Miliar Dolar AS. Akan tetapi, laporan yang sama menyebutkan bahwa ekspor merosot 4.4 persen dan impor anjlok 7.6 persen (year-on-year).

Baik laju ekspor maupun impor mencatat rekor yang jauh lebih buruk dibandingkan ekspektasi pasar. Secara khusus, kemerosotan ekspor bahkan merupakan yang terburuk dalam dua tahun terakhir. Akibatnya, rangkaian data ini dinilai menegaskan kembali fenomena perlambatan ekonomi China serta pelemahan permintaah dunia.

Baca Juga:   Outlook FOREX Mingguan : 28 November - 2 Desember 2016

Tak hanya itu, laporan tersebut mencatat pula bahwa China mencapai surplus perdagangan tertinggi terhadap Amerika Serikat di penghujung tahun lalu. Konsekuensinya, investor dan trader mulai berhati-hati karena Presiden AS Donald Trump kemungkinan dapat meresponnya dengan melakukan tindakan yang membuyarkan upaya negosiasi dagang dengan China yang tengah berlangsung.

Selaras dengan perkembangan tersebut, minat pelaku pasar bagi Yen Jepang sebagai salah satu aset Safe Haven meningkat; mendorong penguatan Yen di awal pekan. Safe Haven lainnya, Franc Swiss, juga menanjak dengan posisi USD/CHF menurun 0.11 persen ke level 0.9827 saat ulasan ini ditulis.

Di sisi lain, dolar komoditas seperti AUD, NZD, dan CAD melemah. Posisi AUD/USD tercatat minus 0.31 persen dalam perdagangan intraday di level 0.7192, NZD/USD melemah 0.23 persen ke kisaran 0.6815, sementara USD/CAD naik 0.12 persen ke level 1.3282. Namun, analis memperkirakan kalau koreksi yang dipicu oleh data neraca perdagangan China ini takkan berlangsung lama. Pasalnya, optimisme sebagian pelaku pasar tetap tinggi sehubungan dengan negosiasi AS-China yang dijadwalkan masih akan berlanjut dengan kunjungan wakil perdana menteri China Liu He ke Washington pada akhir bulan ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply