Data NFP Anjlok, Dolar AS Terperosok

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) merosot 0.15 persen ke level 95.61, dalam tempo kurang dari satu jam setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat bulan September dipublikasikan pada sesi New York hari Jumat ini (5/Oktober). Mata uang-mata uang mayor lainnya pun langsung rebound versus Greenback. Pasangan EUR/USD naik 0.10 persen ke 1.1525, dan GBP/USD menambah kenaikannya hingga nyaris 0.50 persen ke 1.3084.

Data NFP Anjlok, Dolar AS Terperosok

Malam ini, US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Non-farm Payroll (NFP) merosot ke 134k pada bulan September, padahal sebelumnya diekspektasikan hanya akan turun hingga 185k saja. Walaupun NFP bulan Agustus direvisi naik ke 270k, tetapi sentimen negatif telanjur mengemuka. Apalagi, data Private Nonfarm Payrolls juga merosot ke 121k, lebih buruk dari estimasi awal yang dipatok pada 180k.

Data-data lainnya dalam kompilasi laporan sektor ketenagakerjaan yang sama cenderung beragam. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja stagnan pada level 62.7 persen; walaupun tingkat pengangguran anjlok dari 3.9 persen ke 3.7 persen, terendah dalam nyaris 50 tahun terakhir.

Baca Juga:   Dolar Melemah Setelah Komentar Bernanke , Defisit Jepang Perdagangan Yang Lebih Luas

Sementara itu, pendapatan rata-rata perjam yang dipantau ketat oleh pelaku pasar sebagai salah satu indikator awal inflasi, melambat sesuai ekspektasi. Pertumbuhan gaji pada bulan September hanya 0.3 persen (MoM), sama dengan Agustus; atau 2.8 persen (YoY), turun dari 2.9 persen pada Agustus.

Perhitungan NFP bulan September bertepatan dengan ketika badai Florence menghantam negara bagian North Carolina dan South Carolina. Ini merupakan salah satu faktor yang sementara ini disinyalir sebagai biang kemerosotan NFP. Akan tetapi, departemen terkait tak mendeskripsikan dampak badai terhadap data secara eksplisit.

Apabila benar anomali data dikarenakan oleh dampak badai Florence, maka penurunan NFP kali ini boleh jadi takkan dianggap serius oleh pelaku pasar setelah beberapa waktu berlalu; dan reaksi keras pasar malam ini takkan memanjang hingga pekan depan. Namun, perhatikan juga bahwa beberapa hari lalu, Ketua Fed, Jerome Powell, mengungkapkan optimismenya kalau Amerika Serikat di ambang level penganggguran super rendah dan harga-harga terkendali yang secara historis jarang sekali tercapai. Ekspektasi tersebut boleh jadi mendasari rencana Fed untuk menaikkan suku bunga satu kali lagi tahun ini dan dua kali lagi dalam tahun depan. Apabila ternyata data NFP kali ini lebih dari sekedar efek badai, maka imbasnya bisa mematahkan reli Dolar AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply