Data NFP Melampaui Ekspektasi, Dolar AS Berbalik Naik

Bonus Welcome Deposit FBS

Seusai rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat malam ini, Indeks Dolar AS (DXY) langsung menghapus pelemahannya dan melonjak 0.14 persen ke kisaran 96.40. Dolar AS juga berbalik menguat versus Euro dengan EUR/USD menurun 0.13 persen ke kisaran 1.1378, serta memangkas penurunannya versus Pounds dan Aussie. Pasangan USD/JPY pun melejit makin tinggi hingga sekitar 108.31.

Data NFP Melampaui Ekspektasi, Dolar AS Berbalik Naik

US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Nonfarm Payroll pada bulan Desember melonjak dari 176k menjadi 312k, jauh lebih tinggi dari ekspektasi yang dipatok pada 178k dan merupakan pencapaian terbesar dalam 10 bulan terakhir. Data ini langsung melonjakkan Dolar AS yang diperdagangkan melemah sejak sesi Asia akibat pandangan dovish dari salah satu pejabat bank sentral AS pada sesi New York sebelumnya.

Tingkat pengangguran AS melonjak dari 3.7 persen menjadi 3.9 persen, meleset dari estimasi ekonom yang mengharapkan angkanya stagnan. Namun, laju kenaikan pendapatan rata-rata perjam meningkat 3.2 persen (year-on-year) dalam bulan Desember, lebih tinggi dari pencapaian 3.1 persen pada periode sebelumnya maupun estimasi awal pada 3.0 persen.

Baca Juga:   USD / JPY Tetap Kokoh Di Atas Y100 , NZD / USD Juga Tawaran Pada Asia Terbuka

Data-data ini mendukung Dolar AS setelah data Purchasing Managers Index (PMI) sektor manufaktur dirilis mengecewakan pada hari Kamis malam. Namun, dilihat dari moderatnya volatilitas dibandingkan event rilis NFP biasanya, pelaku pasar nampaknya masih menyimpan sedikit keraguan untuk membeli Dolar.

Tadi pagi, pimpinan Federal Reserve untuk kawasan Dallas, Robert Kaplan, menyampaikan pendapatnya bahwa bank sentral sebaiknya tak menaikkan suku bunga lagi dalam beberapa kuartal ke depan. Menurutnya, Federal Reserve harus memantau perkembangan soal masalah perlambatan pertumbuhan global dan efek pengetatan kebijakan moneter sejauh ini, sebelum menaikkan suku bunga lagi. Komentar Kaplan ini menyebarkan kekhawatiran kalau-kalau Fed takkan merealisasikan rencana kenaikan suku bunga sebanyak dua kali dalam tahun 2019 yang disusun pada bulan Desember.

Pelaku pasar akan memperhatikan pidato pimpinan utama Federal Reserve, Jerome Powell, pada pukul 22:15 WIB nanti untuk mengetahui bagaimana pandangan orang nomor satu dalam bank sentral AS tersebut tentang kenaikan suku bunga. Jika Powell mengamini pandangan Kaplan, maka bukan tidak mungkin bagi Dolar AS untuk putar balik jatuh lagi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply