Data PPI Mengecewakan, Euro Berkonsolidasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak dalam kisaran terbatas, tetapi cenderung tertekan pada perdagangan sesi Eropa hari Senin ini (4/2). Saat berita ditulis setelah rilis data PPI yang mengecewakan, EUR/USD masih berada dalam bayang-bayang bearish di sekitar 1.1451, tetapi belum keluar dari kisaran pergerakannya minggu lalu.

Euro juga masih unggul versus Pounds dan Yen, dikarenakan pernyataan seorang pejabat tinggi bank sentral. Posisi EUR/GBP naik 0.10 persen ke kisaran 1.1418, sementara EUR/JPY melesat 0.31 persen ke level 125.83.

Data PPI Mengecewakan, Euro Berkonsolidasi

Lembaga Eurostat melaporkan bahwa Producer Price Index (PPI) untuk Zona Euro merosot 0.8 persen (Month-over-Month) pada bulan Desember. Angka tersebut lebih buruk dibandingkan penurunan 0.3 persen pada bulan November, maupun ekspektasi penurunan 0.7 persen yang diestimasikan para ekonom. Dalam basis tahunan, indikator inflasi produsen ini juga anjlok dari 4.0 persen menjadi 3.0 persen pada penghujung tahun 2018.

Data sentimen investor yang dirilis lembaga riset Sentix turut membebani Euro. Sentix Investor Confidence lengser dari -1.5 menjadi -3.7 untuk bulan Februari, padahal sebelumnya diperkirakan akan membaik menjadi -1.1.

Baca Juga:   EUR / USD Mencapai Dua Pekan Tertinggi, Di Tengah Data AS Barang Tahan Lama Yang Lemah

Meski pergerakan Euro hari ini tak terlalu besar, tetapi rumor tak sedap mengenai prospek resesi di Zona Euro mulai tampil sebagai headline di berbagai media Eropa. Pada bulan November lalu, European Commission menyebutkan forecast pertumbuhan ekonomi tahun 2019 akan mencapai 1.9 persen. Namun, estimasi konsensus menempatkan perkiraan pertumbuhan Zona Euro hanya akan mencapai 1.4 persen saja.

Dalam upaya menepis rumor, Ewald Nowotny, salah satu pengambil kebijakan di bank sentral Eropa, hari ini menyampaikan bahwa resesi takkan terjadi. Ia mengakui bahwa ketidakpastian terkait pertumbuhan Zona Euro telah meningkat, khususnya dikarenakan buruknya data-data Jerman. Namun, ancaman yang dihadapi oleh perekonomian saat inia dalah “perlambatan”, bukan “resesi”. Katanya, “Saya mengharapkan kita akan bisa mengatasi pengaruh-pengaruh negatif ini… Tak ada perspektif sebuah resesi.”

Bahkan, Nowotny mengutarakan adanya sinyal kenaikan laju inflasi di kawasan, sehubungan dengan peningkatan gaji baru-baru ini. Pernyataan tersebut menumbuhan kembali optimisme pasar; tetapi mayoritas investor dan trader masih mengambil posisi “wait and see” hingga muncul indikasi ekonomi lebih lanjut mengenai situasi perekonomian Zona Euro.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply