Defisit Transaksi Berjalan Dorong Kurs Rupiah Kembali Ke Atas 14500-an

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) kembali merosot dari Rp14,517 menjadi Rp14,613 pada perdagangan hari Selasa ini (11/Desember), meskipun pada pertengahan November lalu Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga 7-Day Repo Rate menjadi 6 persen. Kurs USD/IDR di pasar spot mata uang juga menanjak 0.34 persen dan ditutup pada Rp14,595.

Defisit Transaksi Berjalan Dorong Kurs Rupiah Kembali Ke Atas 14500-an

Kemerosotan kurs Rupiah kali ini menjadikan mata uang bersimbol Garuda sebagai yang terburuk kedua di kalangan mata uang Asia. Penurunan yang lebih parah hanya diderita oleh Rupee India.

Rupee India dikejutkan oleh pengunduran diri mendadak gubernur bank sentralnya (Reserve Bank of India/RBI), Urjit Patel, pada hari Senin. Walaupun Patel mengutip masalah keluarga sebagai alasan pengunduran diri, tetapi publik mensinyalir keputusan tersebut merupakan titik kulminasi setelah berbulan-bulan konflik dengan pemerintah terkait upaya pejabat eksekutif India untuk mengintervensi independensi bank sentral. Akibatnya, Rupee India merosot lebih dari 1 persen sekaligus mencatat penurunan paling drastis dalam lima tahun terakhir.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara sebagaimana dikutip oleh situs Katadata, pelemahan nilai tukar rupiah dan rupee cukup besar lantaran terdapat masalah defisit transaksi berjalan di kedua negara. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan valuta asing (valas) dari ekspor tidak mampu menutup kebutuhan valas untuk impor.

Baca Juga:   EUR / USD Menghapus Kerugian Tetapi Tetap Di Bawah Tekanan

Sebagaimana diketahui, posisi Neraca Transaksi Berjalan Indonesia terakhir dilaporkan mengalami pembengkakan defisit sebesar 92.6 persen dari USD4.6 Miliar pada kuartal III/2017 menjadi USD8.8 Miliar pada kuartal III/2018. Ini merupakan defisit transaksi berjalan terbesar sejak kuartal II/2014. Padahal, semakin memburuknya variabel ini dapat berimplikasi pada makin rentannya nilai tukar Rupiah terhadap gejolak di luar negeri.

Sejalan dengan pelemahan mata uang Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melorot 0.57 persen ke level 6,076.59, padahal bursa sempat menggeliat pekan lalu. Dari sembilan sektor saham, hanya tiga yang menunjukkan performa positif, yaitu sektor Mining, Agri, dan Aneka Industri. Sementara itu, sektor Industri Dasar anjlok nyaris 3 persen, kemudian sektor Infrastruktur dan Manufaktur merosot lebih dari 1 persen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply