Deposito Vs P2P Lending, Mana Investasi yang Lebih Menguntungkan ?

Bonus Welcome Deposit FBS

Anda tentu akrab dengan nama deposito, bukan? Investasi ini hampir sama dengan tabungan, namun sifatnya berjangka. Saat anda menabung melalui deposito, maka uang yang anda simpan hanya bisa diambil setelah jangka waktu deposito berakhir. Selain deposito, ternyata ada pilihan investasi lain yang tidak kalah menarik, yakni Peer to Peer (P2P) Lending. Layanan keuangan terbaru ini memanfaatkan teknologi finansial terbaru, sehingga prosesnya lebih sederhana dan lebih cepat.

Deposito dan investasi P2P Lending adalah dua pilihan investasi dengan konsep yang berbeda.  Dana investasi yang anda simpan sebagai deposito dikelola oleh bank, yang memiliki kewenangan untuk menggunakan dana tersebut untuk tujuan pembiayaan. Anda tidak pernah tahu siapa yang memanfaatkan dana tersebut.

Sebaliknya, P2P Lending memungkinkan anda menentukan pemanfaatnya. Misalnya, anda bisa berpartisipasi mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memiliki UMKM atau pengusaha wanita sebagai pemanfaat dana. Atau, jika misi anda adalah meringankan mereka yang membutuhkan pinjaman dana untuk kesehatan atau pendidikan, maka anda bisa memilih perorangan sebagai pengguna dana investasi tersebut.

Keuntungan Investasi Deposito Vs P2P Lending

Deposito Vs P2P Lending, Mana Investasi yang Lebih Menguntungkan

Apa gunanya investasi jika tidak menguntungkan? Jadi, peluang profit tentunya menjadi pertimbangan utama sebelum anda menjatuhkan pilihan investasi. Profit dihitung dari nilai bersih yang anda terima. Umumnya, nilai bersih merupakan imbal hasil (bunga) dikurangi biaya-biaya dan pajak. Nah, mari kita lihat seperti apa peluang keuntungan yang anda peroleh jika berinvestasi pada  deposito maupun P2P Lending:

Keuntungan Deposito

Keuntungan investasi dalam bentuk deposito adalah suku bunga yang relatif lebih tinggi dibanding tabungan. Suku bunga deposito bervariasi mulai dari 4,25% hingga 6% per tahun atau lebih, tergantung kondisi moneter nasional. Salah satu keuntungan dari Deposito adalah minimnya biaya-biaya yang dikenakan bank. Bahkan, sebagian besar bank tidak membebankan biaya administrasi atas deposito.

Baca Juga:   6 Jenis Investasi Jangka Panjang Yang Paling Menguntungkan

Misalnya:

Misalkan deposito anda bernilai Rp. 10 juta, dengan suku bunga 5% per tahun, dan tenor 2 tahun. Maka, dalam waktu 2 tahun, nilai keuntungan yang anda peroleh adalah: 5% x Rp. 10 juta x 2 tahun = Rp. 1 juta. Bunga tersebut dipotong PPh atas Bunga Deposito dengan tarif final 20% = Rp. 200.000. Jadi, keuntungan bersih yang anda terima adalah Rp. 800 ribu.

Keuntungan Investasi P2P Lending

Dari aspek imbal hasil, P2P Lending menawarkan peluang profit yang lebih menggiurkan. Rata-rata keuntungan yang diterima investor adalah 12% hingga 18% per tahun, tergantung tingkat resiko yang anda pilih. Biasanya, keuntungan tersebut dikurangi dengan Interest Rate Spread atau biaya investasi yang diperoleh penyelenggara. Tarifnya juga bervariasi, mulai dari 1% hingga 2%. Namun, tidak tertutup kemungkinan anda juga bisa menemukan platform P2P Lending yang bebas Interest Rate Spread.

Selain itu, ada juga biaya transaksi perbankan yang perlu dipertimbangkan, terutama jika bank anda berbeda dari bank yang ditunjuk penyelenggara P2P Lending. Nah, kita lihat simulasinya:

Misalnya:

  • Nilai investasi anda Rp. 10 juta, dengan imbal-hasil 13%, tenor 1 tahun, dan Interest Rate Spread 1%.
  • Selama 1 tahun, imbal hasil bruto yang anda dapatkan adalah (13% – 1%) =12% x Rp. 10 juta = Rp. 1.200.000,-.
  • Imbal hasil tersebut akan dikurangi dengan PPh Pasal 23 (yang tidak bersifat final) (PPN = 109.091+PPh Psl 21 15% = 163.636). Maka nilai bersih yang anda terima setelah pajak adalah sekitar Rp. 927.273).
  • Anggap saja anda mengeluarkan biaya transfer antar bank sebesar Rp. 25.000, maka anda masih menikmati keuntungan investasi Rp. 902.273.

Nah, keuntungan tersebut anda nikmati hanya dengan tenor 1 tahun. Artinya, dalam waktu 2 tahun anda bisa mendapatkan keuntungan lebih dari Rp. 1.800.000. Lalu, bandingkan dengan nilai bersih yang anda dapatkan dengan deposito dalam nominal yang sama dan tenor yang sama di atas. Investasi P2P Lending lebih menguntungkan, bukan?

Baca Juga:   10 Daftar Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK 2018

Dalam sistem investasi P2P Lending, keuntungan 12-14% masih termasuk investasi dengan tingkat resiko rendah. Artinya, kemungkinan gagal bayar relatif kecil.

Resiko Investasi Deposito Vs P2P Lending

Selain mempertimbangkan keuntungan, tentunya anda juga perlu mempertimbangkan resiko investasi. Normalnya, investasi dengan profit tinggi juga memiliki resiko tinggi. Berikut adalah perbandingan resiko deposito dan investasi P2P Lending:

Resiko Deposito

Investasi ini relatif bebas dari resiko. Pasalnya, investasi dengan nominal kurang dari Rp. 2 Milyar dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jadi, tingkat pengembalian investasi anda nyaris mencapai 100%. Reisko deposito hanya dikaitkan dengan peluang profit yang anda dapatkan. Seperti terlihat pada contoh simulasi di atas, keuntungan yang anda peroleh relatif minim.

Deposito merupakan investasi yang bersifat pasif. Artinya, anda tidak perlu melakukan apa-apa untuk mendapatkan keuntungan. Cukup setorkan uang anda ke bank. Di akhir masa deposito, anda mendapatkan uang anda kembali plus bunganya.

Resiko Investasi P2P Lending

Berbeda dengan deposito, investasi P2P Lending tidak berada di bawah penjaminan oleh LPS. Artinya, tingkat resikonya sedikit lebih dibanding deposito. Beberapa resiko investasi P2P Lending yang patut anda ketahui antara lain:

  • Gagal bayar, terjadi jika peminjam gagal membayar kembali uang anda di akhir masa pembiayaan
  • Penyelenggara bankrut. Kasus ini belum pernah terjadi, namun kemungkinannya tetap ada.
  • Situs penyelenggara diretas. Karena murni berbasis FinTech, bisa saja terjadi kasus peretasan terhadap situs penyelenggara P2P Lending. Hal ini mungkin terjadi jika situs tersebut tidak diproteksi secara memadai.
  • Penipuan, bisa terjadi jika anda menginvestasikan uang pada oknum yang mengaku sebagai penyelenggara P2P.
Baca Juga:   Investasi Online yang Menguntungkan dengan Peer-to-Peer Lending

Namun, bisnis P2P Lending di Indonesia tidaklah serentan itu. Usaha ini sudah dijalankan secara profesional dengan sistem yang baik. Oleh sebab itu, sejumlah sistem dan aturan sudah tersedia untuk menjaga keamanan investasi anda, antara lain:

  • Aturan OJK bahwa penyelenggara P2P Lending harus terdaftar dan diawasi OJK. Jadi, kemungkinan terjadinya penipuan fraud bisa diminimalisir.
  • Ketentuan OJK bahwa backup terhadap server website penyelenggara P2P Lending harus berada di Indonesia. Jadi, OJK bisa melakukan pemantauan secara rutin. Artinya, kemungkinan peretasan bisa diminimalisir
  • Aturan OJK tentang nilai invstasi minimum penyelenggara P2P. Artinya, perusahaan dengan sumber daya finansial yang lemah dan manajemen yang lemah tidak akan bisa mendaftar di OJK
  • Kebijakan penyelenggara P2P untuk meminimalisir kasus gagal bayar, antara lain: sistem potong gaji untuk karyawan, sistem credit scoring untuk menentukan tingkat resiko, sistem verifikasi berbasis FinTech, sistem agunan, dana proteksi, dan sebagainya.

Dengan kata lain, layanan finansial berbasis teknologi informasi di P2P Lending relatif aman. Jadi, anda tidak perlu ragu untuk menanamkan modal dan membantu para pengusaha muda, usaha mikro dan kecil, maupun perorangan dalam mengatasi masalah finansial mereka. Selain itu, tidak butuh modal besar untuk memulainya. Dengan nilai Rp. 100.000 saja, anda bisa menjadi seorang investor!

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply