Didukung Investor Asing, IHSG Meroket Ke Atas Level 6000

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merekam performa harga saham di Bursa Efek Indonesia meroket naik 0.95 persen ke level 6,025 pada perdagangan hari Senin ini (27/Agustus). Kenaikan drastis terutama didorong oleh aktivitas investor asing. Pada pasar reguler, foreign net buy (beli bersih asing) tercatat mencapai Rp944.51 Miliar.

IHSG Meroket Ke Atas 6000 Didukung Investor Asing

 

Sektor Consumer Masih Kebobolan

Ditinjau dari data per sektor, kenaikan terbesar dialami oleh sektor Infrastruktur yang melonjak 3.92 persen, disusul oleh Aneka Industri yang meningkat 2.26 persen, serta sektor Properti setinggi 1.35 persen. Sebanyak 9 dari 10 sektor saham di BEI menunjukkan peningkatan, kecuali sektor Consumer.

Sektor Consumer yang merosot paling dalam pada akhir pekan lalu masih mencatat minus 0.13 persen saat penutupan perdagangan. Akan tetapi, beberapa saham top dalam lini ini telah mengalami rebound. Diantaranya Unilever Indonesia (UNVR) naik 1.63 persen ke Rp43,700 per lembar dan Telkom (TLKM) yang melesat 5.17 persen ke Rp 3,460 per lembar.

 

Sesuai Tren Regional

Kebangkitan kembali IHSG sejalan dengan penguatan mayoritas indeks saham regional. Indeks Nikkei 225 (Jepang) menanjak 0.88 persen dan Kospi (Korea) naik 0.27 persen, sementara Hang Seng (Hong Kong) mencatat performa terbaik dengan kenaikan 2.17 persen.

Baca Juga:   Saham ISSP SELASA 03/04/2018 ( Berita Saham )

Sebagian pelaku pasar mensinyalir, pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada akhir pekan lalu mendongkrak minat risiko pelaku pasar, karena ia tak mensinyalkan akan menaikkan suku bunga Amerika Serikat secara lebih agresif. Pernyataannya mendorong kembalinya sejumlah aliran modal yang telah keluar dari negara-negara berkembang.

Di sisi lain, hal itu juga mendukung penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Kurs Rupiah versi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mengalami kenaikan dari 14,655 ke 14,610. Sementara itu, dalam pemantauan data FX_IDC di platform TradingView, kurs USD/IDR bergerak fluktuatif pada kisaran 14,590-14,637.

Terlepas dari itu, IHSG diperkirakan masih dapat terkoreksi lagi dalam waktu dekat. Analis Trimegah Sekuritas, Rovandi, dalam sebuah wawancara dengan Kontan pada hari Minggu (26/Agustus) menyampaikan bahwa berbagai sentimen negatif global yang akan menjegal laju beberapa negara berkembang, bakal berimbas pula pada bursa saham Indonesia. Lanjutnya juga, “Selain itu, CAD (Current Account Deficit) kita yang terus membengkak ke 3 persen akan mempengaruhi IHSG kita, baik minggu ini ataupun sampai akhir tahun.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply