Dolar AS Anjlok Akibat Lenyapnya Ekspektasi Stimulus Fiskal

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) anjlok sekitar 0.55 persen ke kisaran 95.73 pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (7/November). Kemenangan Partai Demokrat menguasai kursi mayoritas di House of Representatives dalam pemilu parlemen hari ini dikhawatirkan bakal menjegal rencana stimulus fiskal yang ingin digelontorkan oleh Presiden Donald Trump dan Partai Republik.

Dolar AS Anjlok Akibat Lenyapnya Ekspektasi Stimulus Fiskal

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan Greenback versus beberapa mata uang mayor, telah bergerak sideways sejak awal pekan ini lantaran merebaknya proyeksi kemenangan partai Demokrat di House of Representatives. Namun, kemerosotan DXY langsung terakselerasi hari ini, seiring dengan dipublikasikannya hasil penghitungan suara sementara.

Berdasarkan hasil penghitungan sementara, partai Republik tetap akan mendominasi Senat (Majelis Tinggi dalam Parlemen AS), tetapi partai Demokrat akan mengambil alih House of Representatives (Majelis Rendah dalam Parlemen AS). Ini artinya, rencana perundangan baru maupun stimulus fiskal yang ingin digolkan oleh Presiden Donald Trump kemungkinan besar tidak akan disetujui oleh House of Representatives.

Prospek gagalnya stimulus fiskal tambahan bisa mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Padahal, reli Greenback sepanjang tahun ini ditopang oleh kenaikan suku bunga Federal Reserve dan peningkatan pendapatan korporasi AS yang dipicu oleh stimulus fiskal Trump.

Baca Juga:   Outlook Mingguan USD / JPY : 20 - 24 Oktober 2014

“Ada peningkatan asumsi bahwa ruang untuk stimulus tambahan bagi pemerintahan Trump akan sangat terbatas, dan ini mendorong Dolar menurun,” ujar Piotr Matys, seorang pakar strategi forex dari Rabobank London.

Selain itu, pelaku pasar khawatir kalau dominasi Demokrat di House of Representatives bakal meningkatkan ketidakpastian politik dan ketegangan perdagangan yang dipicu oleh Washington. Pasalnya, “Kami berpendapat, jika Trump kurang dapat bertindak di ranah domestik, maka ia kemungkinan besar akan berfokus pada ranah eksternal, seperti masalah perdagangan, yang tentunya akan berdampak pada sentimen risiko,” demikian diungkapkan oleh Patrick O’Donnell dari Aberdeen Asset Management, pada Reuters.

Menanggapi perkembangan terbaru ini, Dolar AS bertekuk lutut versus mata uang-mata uang mayor. Pasangan EUR/USD melonjak 0.61 persen ke 1.1494, GBP/USD meroket 0.50 persen ke level 1.3164, sementara USD/JPY longsor 0.31 persen ke 113.05.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply