Dolar AS Anjlok, Biro Sensus AS Terkena Dampak Shutdown

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) anjlok lebih dari 0.50 persen ke kisaran 96.03 pada awal sesi New York hari Jumat ini (25/1), setelah dikabarkan bahwa dua data ekonomi batal rilis akibat Biro Sensus Amerika Serikat terkena dampak kebuntuan Government Shutdown. Greenback juga merosot pesat versus mata uang mayor lainnya, setelah bergerak relatif stabil pada sesi perdagangan sebelumnya.

Dolar AS Anjlok, Biro Sensus AS Terkena Dampak Shutdown

Saat berita ditulis, pasangan mata uang EUR/USD terjun nyaris 0.70 persen ke level 1.1384, GBP/USD merosot lebih dari 0.50 persen ke level 1.3133, dan AUD/USD anjlok nyaris 1 persen ke kisaran 0.7157.Hanya USD/JPY yang bertahan sideways di kisaran 109.62.

Sebenarnya, malam ini ada dua data ekonomi AS berdampak besar yang akan dirilis, yaitu Durable Goods Orders untuk periode Desember dan New Home Sales untuk periode November. Namun, US Census Bureau yang bertugas mengelola kedua data tersebut tak dapat dirilis. Website US Census Bureau menampilkan notifikasi berbunyi, “Dikarenakan habisnya porsi dana federal, untuk website ini tak diperbarui.”

Baca Juga:   Penilaian Cut Venezuela oleh S & P tengah Pasca Chavez Polarisasi

Dalam daftar resmi rilisan Departemen Perdagangan tentang badan pemerintah yang kehabisan dana operasional selama masa Government Shutdown, nama US Census Bureau tercantum. Disebutkan bahwa layanan dan aktivitas US Census Bureau takkan tersedia selama Shutdown, kecuali bagi Decennial Census (sensus dua tahunan) yang didanai oleh agensi lain dan entitas non-pemerintah melalui perjanjian khusus.

Insiden tersebut menunjukkan bahwa US Government Shutdown terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat kali ini telah mulai berdampak pada pasar finansial. Perilisan data-data ekonomi versi pemerintah merupakan salah satu sumber penting bagi pelaku pasar untuk mengevaluasi kondisi perekonomian suatu negara. Ketika data-data tersebut tak tersedia, maka pelaku pasar akan dipaksa mencari sumber lain dari pihak ketiga maupun melepas aset-aset terkait karena kinerja riil-nya tak dapat dievaluasi.

Selain US Census Bureau, ada sejumlah instansi pemerintah AS di bidang ekonomi lainnya yang juga kemungkinan bakal terpaksa tutup selama US Government Shutdown berlangsung. Diantaranya Bureau of Economic Analysis, Economic Development Administration, Economics and Statistics Administration, dan Minority Business Development Agency, serta sebagian besar layanan yang diberikan oleh International Trade Administration.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply