Dolar AS Anjlok Pasca Rilis Data ADP Agustus

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan stabil pada hari Kamis ini (6/September), hingga data ADP Nonfarm Employment Change dipublikasikan. Data tersebut menunjukkan penciptaan lapangan kerja merosot. Akibatnya, Indeks Dolar AS langsung terbanting 0.10 persen ke level 95.00, terendah sejak awal pekan.

Dolar AS Anjlok Pasca Rilis Data ADP

Lembaga riset Automatic Data Processing (ADP) menyatakan bahwa penciptaan lapangan kerja di luar sektor pertanian Amerika Serikat hanya mencapai 163,000 saja pada bulan Agustus. Padahal, data tersebut mencatat rekor 219,000 pada bulan Juli, dan diekspektasikan meningkat 188,000 dalam pelaporan kali ini.

Merespon kekecewaan pelaku pasar atas rilis data tersebut, pasangan mata uang EUR/USD menanjak naik 0.13 persen ke 1.1644. Sementara itu, USD/CHF makin terpuruk dengan mencatat -0.32 persen ke 0.9686, dan GBP/USD melonjak 0.31 persen ke 1.2944 dengan dukungan optimisme pasar menjelang babak baru negosiasi Brexit. Kemerosotan Greenback juga berhubungan dengan upaya rebound sejumlah mata uang negara berkembang, diantaranya kurs Rupiah yang berhasil menguat 0.28 persen ke Rp14,888 per Dolar AS.

Baca Juga:   Dollar Mendorong Tinggi VS Saingan, Di Mata Ukraina

Meski demikian, laporan Initial Jobless Claims yang dipublikasikan oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada tempo nyaris bersamaan, menunjukkan penurunan permohonan tunjangan pengangguran mingguan dari 213,000 menjadi 203,000 pada pekan lalu. Rata-rata empat pekanan Jobless Claims (Jobless Claims 4-Week Average) pun menurun dari 212.25k menjadi 209.50k. Selain itu, pelaku pasar kemungkinan juga akan berubah pikiran mengenai Dolar AS jika indeks PMI Non-Manufaktur yang dirilis lembaga ISM nanti malam (21:00 WIB) melampaui ekspektasi.

Mayoritas ekonom memperkirakan Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan Agustus akan meningkat dari 55.7 menjadi 57.0. Namun, biasanya pasar lebih memperhatikan komponen ketenagakerjaan dalam laporan PMI tersebut dibanding angka utamanya, karena dianggap dapat mengindikasikan data Non-farm Payroll (NFP) yang akan dirilis hari Jumat. Apabila komponen ketenagakerjaan dalam laporan PMI tersebut meningkat dari 56.1 yang tercapai pada bulan Juli, maka Dolar AS bisa jadi batal mengakhiri perdagangan hari ini dengan penurunan.

Terlepas dari itu, pelaku pasar patut memantau perkembangan negosiasi Brexit antara Inggris dan Uni Eropa yang kembali berlanjut hari ini, setelah kemarin dilaporkan bahwa Jerman bersedia mencabut sejumlah tuntutannya terkait hubungan dagang UE dan Inggris. Apabila benar-benar dicapai suatu kesepakatan tertentu, maka Euro dan Pounds dapat menguat lebih lanjut, menghalangi reli Dolar AS meski dengan berbekal data-data ekonomi yang bagus.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply