Dolar AS Anjlok Setelah Tiongkok Umumkan Tarif Balasan

Bonus Welcome Deposit FBS

Tarif impor baru yang diumumkan kemarin (19/September) oleh Tiongkok sebagai langkah balasan atas kebijakan baru Presiden AS Donald Trump, dianggap lebih ringan dibandingkan perkiraan pasar. Namun demikian, Indeks Dolar AS (DXY) merosot 0.35 persen dalam perdagangan intraday ke level 94.21 menjelang akhir sesi Eropa; terendah sejak akhir Juli 2018 lalu.

Dolar AS Anjlok Setelah Tiongkok

Greenback juga terpantau melemah terhadap mata uang-mata uang mayor. Pasangan mata uang EUR/USD naik 0.38 persen ke 1.1716 dan GBP/USD meroket 0.67 persen ke 1.3231; menjelang pertemuan penting tingkat tinggi yang akan membahas rencana Brexit.

AUD/USD hanya menanjak 0.13 persen ke 0.7272, tetapi NZD/USD menjadi pencetak rekor terbaik hari ini dengan kenaikan 0.77 persen ke level 0.6664. Dengan ini, Aussie dan Kiwi serempak mendekati level tertinggi dua bulan versus Dolar AS.

Pada hari Senin, Amerika Serikat mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen atas USD200 Miliar produk impor dari Tiongkok, dengan target akan meningkat jadi 25 persen pada akhir tahun 2018. Sehari setelahnya, Tiongkok membalas dengan menerapkan tarif impor atas USD60 Miliar produk yang didatangkan dari negeri Paman Sam.

Baca Juga:   Aussie Tergelincir Lebih Rendah, Kiwi Menguat Pada Akhir Perdagangan

Bukan hanya jumlah barang yang dikenai serangan balasan Tiongkok lebih kecil, Beijing juga hanya cuma mematok tarif 10 persen pada beberapa barang yang sebelumnya disebut-sebut akan dikenai bea 25 persen. Oleh karenanya, pasar menilai babak baru dalam perang dagang ini tak terlalu agresif, sehingga meningkatkan minat bagi aset-aset yang lebih berisiko dan menjatuhkan Greenback.

Di sisi lain, perwakilan utama aset berisiko dari pasar forex adalah Dolar Australia dan Dolar New Zealand. Sehubungan dengan itu, kedua mata uang komoditas langsung melejit seusai beredarnya pengumuman Tiongkok. Apalagi, tadi pagi Gross Domestic Product (GDP) New Zealand dilaporkan tumbuh pesat mengungguli ekspektasi.

Sementara itu, fokus pelaku pasar di Eropa berpusat pada pertemuan tingkat tinggi para pejabat Uni Eropa di Austria. Dua agenda utama dalam diskusi tersebut adalah Brexit dan imigrasi, yang akan menentukan masa depan ekonomi dan politik di kawasan tersebut, sehingga berpotensi berpengaruh signifikan bagi Poundsterling dan Euro.

Dari segi data-data ekonomi, kalender forex hari ini hanya menyisakan jadwal rilis laporan Jobless Claims, Philadelphia Fed Manufacturing Index, dan Existing Home Sales. Semuanya akan dipublikasikan nyaris serentak pada pukul 19:30 WIB dari Amerika Serikat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply