Dolar AS Bergerak Sideways Jelang Rilis GDP dan Pidato Powell

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS cenderung bergerak sideways pada kisaran level tertinggi dua pekan pada sekitar 97.34 pada sesi Eropa hari Rabu ini (28/November), menjelang rilis data GDP kuartal III/2018 pada sesi New York nanti malam. Sementara itu, kekhawatiran pasar mengenai probabilitas kenaikan suku bunga AS meningkat, demikian pula ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Dolar AS Bergerak Sideways Jelang Rilis GDP

Perhatian pasar saat ini berfokus pada rilis data GDP AS dan jadwal pidato pimpinan Federal Reserve, Jerome Powell, nanti malam. Pasar berharap, kedua event tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai berapa kali kenaikan suku bunga lagi yang bisa diekspektasikan dalam siklus kali ini, walaupun sebagian analis merasa tak ada yang perlu dipertanyakan lagi.

Terence Wu, pakar strategi mata uang di OCBC Bank, mengungkapkan, “Saya kira Powell takkan menyimpang terlalu jauh dari pendekatan Fed yang tergantung pada data. Perkiraan dasar kami tetap (bahwa) Fed akan menaikkan suku bunga sebanyk 4 kali pada tahun 2019.”

Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post hari Selasa kemarin, Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali ketidaksukaannya pada kebijakan Fed serta langkah-langkah yang diambil Powell. Menurutnya, kenaikan suku bunga AS merugikan perekonomian negeri Paman Sam.

Baca Juga:   EUR / USD Menyentuh Posisi Sesi Terendah Meskipun Data EZ Optimis

Meski demikian, para analis menilai intervensi politik dari orang nomor satu AS itu kemungkinan tidak mempengaruhi formulasi kebijakan moneter Fed. Sebagaimana diungkapkan oleh Stephen Innes dari OANDA, “Fed menghargai independensi mereka, serta pendekatannya sangat matematis dan sistematis. Tak ada alasan sama sekali bagi kita untuk mengekspektasikan bank sentral AS akan tertekan oleh Trump.”

Di sisi lain, pergerakan Dolar AS saat ini juga merefleksikan antisipasi pasar menjelang pertemuan G20 di Buenos Aires pada 30 November-1 Desember mendatang. Pada event tersebut, Trump dan Xi Jinping akan mendiskusikan masalah perdagangan yang krusial antara AS dan China. Trump sempat mengatakan bahwa ia kemungkinan takkan memenuhi permintaan China untuk menunda penerapan kenaikan bea impor. Namun, penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, justru memberikan indikasi bahwa kesepakatan perdagangan bisa tercapai dalam diskusi tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply