Dolar AS Bergerak Terbatas Menjelang Pengumuman Hasil Rapat FOMC

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dalam kisaran terbatas antara 96.04 hingga 96.68 pada hari Rabu ini (30/1), di tengah antisipasi pasar menjelang rilis pengumuman pasca rapat kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC). Greenback terpantau masih lesu versus Euro dan Poundsterling, bahkan setelah rilis data ADP Nonfarm Employment Change pada awal sesi New York.

Dolar AS Terbatas Menjelang Rapat FOMC

Pada hari Selasa, data CB Consumer Confidence yang merupakan indikator utama untuk mengukur keyakinan konsumen AS pada outlook ekonomi, mengalami kemerosotan drastis. Indeks melorot dari 126.6 menjadi 120.2 pada bulan Januari, jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi penurunan awal pada 124.7.

Dolar AS masih menguat pada akhir perdagangan hari Selasa, dikarenakan kejatuhan beberapa mata uang rivalnya karena masalah internal negara masing-masing. Namun, kenaikannya mulai teredam pada perdagangan hari ini di tengah kekhawatiran menjelang serangkaian peristiwa ekonomi penting lainnya.

Federal Reserve (The Fed) selaku bank sentral AS diekspektasikan takkan merubah suku bunga pada pengumuman pasca rapat FOMC yang akan digelar hari Kamis besok, tepatnya pada pukul 02:00 WIB. Setelah itu, perhatian pasar akan berfokus pada konferensi pers pimpinannya, Jerome Powell, yang memuat pula outlook kebijakan terkini.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 30/07/2018 - PELAYARAN NELLY RAIH PENDAPATAN Rp104,21 MILIAR HINGGA JUNI 2018

Sejumlah pidato pejabat Fed belakangan ini yang bernada dovish, telah meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar kalau Fed akan menunda kenaikan suku bunga tahun 2019. Secara khusus, Fed diperkirakan takkan melakukan perubahan kebijakan apapun pada rapat FOMC kali ini.

Masafumi Yamamoto, pimpinan pakar strategi forex di Mizuho Securities, mengatakan pada Reuters, “Fed diekspektasikan secara luas akan mempertahankan kebijakan (yang telah berlangsung). Tetapi Dolar dapat menghadapi tekanan jika Fed memilih untuk menggarisbawahi efek negatif US Government Shutdown dalam pernyataannya.”

Perlu diketahui, US Government Shutdown yang berlangsung sejak sebelum Natal 2018 merupakan insiden terpanjang dalam sejarah. Lebih penting lagi, insiden itu baru saja berakhir pekan lalu setelah mengakibatkan kerugian jutaan Dolar AS, dan kemungkinan akan terjadi lagi pada pertengahan Februari mendatang.

Selain itu, pelaku pasar juga memerhatikan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina yang diadakan di Washington mulai hari ini. Ada pula jadwal rilis data Nonfarm Payroll (NFP) yang berdampak tinggi pada hari Jumat.

Baca Juga:   Poundsterling Masih Tertekan Pasca Rilis Data PMI Konstruksi

Rilis data ADP Nonfarm Employment Change malam ini menunjukkan kenaikan sebesar 213k. Angka tersebut lebih rendah ketimbang pencapaian 263k pada periode sebelumnya, tetapi lebih tinggi dibandingkan ekspektasi 180k. Data ADP sering digunakan sebagai sinyal akan positif atau negatifnya data NFP; tetapi investor agaknya kesulitan untuk mengambil simpulan dari rilis kali ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply