Dolar AS Berkonsolidasi Di Tengah Pergumulan Renegosiasi NAFTA

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS stabil di posisi tertinggi sepekan pada kisaran 95.10, setelah upaya renegosiasi perjanjian dagang trilateral North America Free Trade Area (NAFTA) antara Amerika Serikat dan Kanada menemui jalan buntu. Setelah sebelumnya Amerika Serikat berhasil menyepakati pembaruan peraturan perdagangan dengan Meksiko, sempat ada ekspektasi kuat kesepakatan dengan Kanada bakal tercapai pada akhir pekan lalu; namun, hal itu ternyata gagal terealisasikan.

Dolar AS Berkonsolidasi Di Tengah Renegosiasi NAFTA

Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengatakan tak ada perlunya membiarkan Kanada tetap dalam NAFTA dan memperingatkan agar Parlemen tidak ikut campur dalam negosiasi perdagangan tersebut. Jika Parlemen AS tetap campur tangan, Trump mengancam akan membubarkan total pakta trilateral tersebut.

“Ketegangan (dalam masalah) perdagangan mendukung Dolar secara luas, sedangkan pasar tak begitu mengakomodasi (aset-aset finansial dengan) risiko lebih tinggi,” ungkap Viraj Patel, seorang pakar strategi forex di bank investasi ING di London, pada Reuters.

Akibatnya, pelaku pasar ramai-ramai membeli Dolar AS versus Pound Inggris dan Dolar Kanada. Saat ulasan ini ditulis pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (3/September), GBP/USD telah jatuh 0.56 persen ke 1.2887; sementara USD/CAD sempat naik ke 1.3076, meski kemudian melandai ke 1.3054.

Baca Juga:   Saham GIAA JUMAT 29/06/2018 ( BERITA SAHAM )

Ketika terjadi konflik perdagangan, status Dolar AS sebagai mata uang cadangan devisa utama dunia menjadikannya lebih unggul ketimbang mata uang lain. Hal itu nampak dari penguatan Indeks Dolar AS (DXY) setinggi 7 persen sejak pertengahan April 2018, ketika konflik perdagangan mulai mengemuka. Namun demikian, analis menilai kenaikan Dolar AS sebagai dampak dari konflik perdagangan cenderung terbatas, karena arus modal masuk Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir telah memburuk.

“Kualitas aliran dana jangka panjang yang masih ke Dolar telah mulai melemah dan kami meyakini kenaikan Dolar bisa jadi akan menemui tahap akhirnya,” ujar Hans Redeker, pimpinan pakar strategi forex global di Morgan Stanley yang berbasis di London.

Pasangan mata uang EUR/USD juga masih menguat dalam perdagangan hari ini, meskipun pekan lalu diumumkan angka inflasi yang tak memuaskan. Inflasi Konsumen (CPI) preliminer untuk Zona Euro dilaporkan hanya naik 2.0 persen (YoY) dalam bulan Agustus, lebih rendah dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 2.1 persen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply