Dolar AS Berkonsolidasi Menjelang Pidato Trump

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis hingga 0.12 persen di kisaran 98.33 pada awal sesi New York hari ini (12/11) menjelang pidato Presiden AS Donald Trump yang tengah disoroti pelaku pasar. Greenback juga berkonsolidasi versus Yen Jepang di sekitar level 109.15, karena banyak pihak mensinyalir Trump bakal menyinggung perkara tarif impor otomotif Eropa dan kesepakatan dagang AS-China dalam pidatonya.

Dolar AS Berkonsolidasi Menjelang Pidato Trump

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat beberapa bulan lalu menyatakan akan menerapkan tarif impor khusus bagi produk otomotif, tetapi kemudian menundanya hingga enam bulan dengan tujuan melakukan peninjauan tambahan. Jangka waktu tersebut sudah hampir habis, sehingga Trump diharapkan menyampaikan penundaan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Apabila ekspektasi pasar tersebut terealisasi, maka minat risiko pasar berpotensi pulih walaupun kesepakatan dagang AS-China masih diwarnai ketidakpastian. Pasangan-pasangan mata uang USD/JPY, EUR/USD, dan AUD/USD punya kans untuk melejit.

“Kami mengharapkan resistance untuk bertahan -kekhawatiran mengenai outlook pasar keuangan AS (dikarenakan penurunan estimasi profitabilitas korporasi dan valuasi yang berlebihan) bisa jadi membatasi arus yang mendukung USD/JPY ke AS. Namun, indikasi pertumbuhan global dan momentum perdagangan AS-China yang positif bisa juga membatasi JPY untuk unggul dalam perdagangan terhadap mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti AUD dan NZD. Kami menyukai posisi AUD/JPY menargetkan 80.00,” ujar Hans Redeker, pimpinan strategi forex di Morgan Stanley.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 27/11/2018 - MDRN TINGKATKAN PENYERTAAN SAHAM KE ENTITAS USAHANYA

Di sisi lain, Morgan Stanley skeptis terhadap perkiraan USD/JPY akan menembus salah satu arah secara signifikan dalam jangka pendek. Mereka hanya memperkirakan USD/JPY akan melemah ke 101.0 pada akhir tahun dan GBP/JPY akan jatuh dari 140 ke 125. Menurut mereka, pasar saham AS yang sangat memengaruhi arah USD/JPY, akan segera kehabisan energi setelah mencapai rekor tertinggi tahun ini.

Lee Hardman dari MUFG sepakat bahwa Yen masih cenderung bearish dalam jangka pendek. Ia mengatakan, “Optimisme seputar meredanya ketegangan perdagangan AS-China dan sinyal stabilisasi perekonomian global secara tentatif telah membantu mendorong ekuitas AS ke rekor tertinggi baru. Yen tetap berkorelasi negatif secara ketat terhadap performa ekuitas AS. (Sedangkan) kami berasumsi sentimen risiko global akan tetap tinggi dalam sepekan ke depan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply