Dolar AS Bertahan Di Level Tertinggi Sejak Juni 2017

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan pada level tertinggi sejak Juni 2017, meski tercatat menurun 0.23 persen ke level 97.20 pada perdagangan sesi Eropa hari Senin ini (17/12). Di tengah antisipasi pasar menjelang pengumuman suku bunga Federal Reserve pekan ini, aksi beli Safe Haven melonjak akibat kekhawatiran pasar soal proyeksi perlambatan ekonomi dunia.

Dolar AS Bertahan Di Level Tertinggi Sejak Juni 2017

Data-data ekonomi China dan Eropa yang memburuk belakangan ini telah memicu kemerosotan minat risiko pasar, sehingga investor dan trader beralih ke Dolar AS dan Yen. Ray Attrill, pimpinan pakar strategi mata uang di NAB Sydney mengatakan, “Dolar jelas nyata menampilkan daya tariknya ketika pasar mengalami stress.”

Dolar Australia yang terkait erat dengan perekonomian China beranjak 0.11 persen ke level 0.7184 saat berita ditulis, tetapi masih dekat kisaran terendah tahun ini. Sementara itu, USD/JPY cenderung bergerak sideways sekitar 113.30.

Selain kekhawatiran soal pertumbuhan ekonomi dunia, pelaku pasar juga menantikan rapat kebijakan moneter Federal Reserve (FOMC) tanggal 18-19 Desember mendatang. Bank sentral AS tersebut telah menaikkan suku bunga sebanyak 8 kali sejak bulan Desember 2015 dalam rangka menormalisasi kebijakan moneternya, dan diekspektasikan akan menaikkannya sebesar 25 basis poin lagi pada rapat mendatang. Namun, pasar khawatir kalau-kalau Fed takkan menaikkan suku bunga lagi tahun depan.

Baca Juga:   Harga Emas Lebih Rendah Pada $ 1.300 Menjelang Proposal Anggaran Trump

Menurut median konsensus dalam survei Reuters pada bulan September, Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun 2019. Namun, proyeksi terkini menunjukkan probabilitas hanya satu kali kenaikan atau bahkan kurang dari itu. Oleh karenanya, daripada pengumuman suku bunga pada rapat mendatang, pasar akan lebih menyoroti pernyataan dalam konferensi pers pasca pengumuman tersebut.

“Muatan apapun yang berhubungan dengan perbedaan antara perhitungan pasar soal satu kali kenaikan suk bunga pada tahun 2019 versus indikasi Fed sebelumnya yang sebanyak tiga kali kenaikan, kemungkinan akan menggerakkan pasar,” demikian diungkapkan Michael McCarthy dari CMC Markets, dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

Belakangan ini, komentar yang dilontarkan para pejabat Fed mendapatkan perhatian lebih. Pasalnya, bulan lalu, pimpinan Fed Jerome Powell mengatakan bahwa suku bunga sudah “tepat di bawah” level suku bunga netral. Level netral merupakan tingkat suku bunga yang diyakini tak menstimulasi, tetapi juga tak menghalangi perekonomian.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply