Dolar AS Berupaya Rebound Menjelang Rapat FOMC

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS merangkak naik 0.06 persen pada level 96.22 pada pertengahan sesi Eropa hari Kamis ini (8/November), setelah pasar melepas keresahan yang timbul akibat hasil perhitungan pemilu parlemen Amerika Serikat. Menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve yang akan digelar seusai rapat FOMC besok dini hari, Dolar AS nampak berupaya rebound versus mata uang mayor lainnya.

Dolar AS Menjelang Rapat FOMC

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Dolar AS sempat merosot beruntun, karena kemenangan Partai Demokrat dalam merebut kursi mayoritas di House of Representatives dapat menghambat berbagai rencana stimulus fiskal yang ingin digelontorkan oleh Presiden AS Donald Trump. Pasalnya, Partai Demokrat sebagai golongan oposisi telah menyatakan penolakannya pada berbagai agenda dan janji-janji Trump.

Secara khusus, prospek gagalnya stimulus fiskal tambahan bisa mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Padahal, reli Greenback sepanjang tahun ini ditopang oleh kenaikan suku bunga Federal Reserve dan peningkatan pendapatan korporasi AS yang dipicu oleh stimulus fiskal Trump.

Seusai rapat FOMC kali ini, Federal Reserve diekspektasikan takkan merubah suku bunga sama sekali dalam rilis pernyataan resminya (pukul 02:00 WIB esok hari). Akan tetapi, pendapat dan outlook ekonomi yang akan disampaikan oleh Fed bakal menjadi sorotan pasar. Hal ini terutama berkaitan dengan akan direalisasikan atau tidaknya rencana Fed untuk menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember mendatang.

Baca Juga:   Outlook Mingguan Perak / Tembaga / Emas Berjangka : 30 Januari - 03 Februari 2017

Sementara berbagai ketidakpastian masih melanda pasar, para investor dan trader memilih untuk “wait and see”, sehingga mengakibatkan pergerakan mata uang-mata uang mayor menjadi terbatas. Pasangan EUR/USD nyaris stagnan di kisaran 1.1425 dan GBP/USD tak bergeming di sekitar 1.3128, sementara USD/JPY meningkat 0.20 persen ke 113.71. Dari Inggris, simpang siur kabar terkait negosiasi Brexit antara Uni Eropa dan Inggris masih mendominasi perhatian. Di sisi lain, serentetan kabar mengenai tanda-tanda pelemahan ekonomi Zona Euro yang sempat diacuhkan pasar pada sesi perdagangan sebelumnya, kini mulai mengemuka kembali. Kekhawatiran sehubungan dengan kemungkinan bakal meningkatnya kembali ketegangan soal perdagangan antara Washington dan Beijing, pun kembali menjadi bahan perbincangan di pasar finansial.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply