Dolar AS Berusaha Bangkit Dari Level Terendah Sejak Juli

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS merangkak naik 0.14 persen ke level 94.03 dari level terendah sejak 9 Juli 2018, pada perdagangan sesi Eropa hari Jumat ini (21/September). Namun, kebangkitan Greenback kali ini lebih didukung oleh pengaruh eksternal karena meningkatnya ketidakpastian di negara-negara mata uang mayor lain, dibanding oleh indikasi fundamental dan teknikal dalam negeri.

Dolar AS Berusaha Bangkit Dari Lever Terendah Sejak Juli

Kemarin malam, data-data ekonomi Amerika Serikat yang baru dirilis cenderung beragam. Initial Jobless Claims dalam seminggu lalu menurun dari 204k ke 201k, padahal sebelumnya diekspektasikan akan meningkat jadi 210k. Indeks Manufaktur versi Fed Philadelphia juga mengalami peningkatan pesat dari 11.9 menjadi 22.9, melampaui ekspektasi awal yang dipatok pada angka 17.0. Namun demikian, Existing Home Sales dilaporkan tidak mengalami pertumbuhan sama sekali dalam bulan Agustus 2018. Total Existing Home Sales stagnan pada angka 5.34 Juta unit, padahal sebelumnya diharapkan naik tipis ke 5.35 Juta unit.

Akibatnya, pada hari Kamis (20/Spetember), Dolar AS ditutup lebih rendah dari harga pembukaan 94.55 ke level 93.90. Dolar AS baru mampu menggeliat pada perdagangan siang hari ini, setelah sejumlah kabar yang kurang menyenangkan beredar dari negara-negara G20.
Kekhawatiran mengenai kemungkinan “No-Deal Brexit” kembali menyeruak, setelah para pemimpin Uni Eropa dikabarkan menolak proposal Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May dalam pertemuan tingkat tinggi di Salzburg, Austria. Bahkan, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang sebelumnya sangat mendukung Brexit berlangsung damai, pun menyampaikan kritik keras.

Baca Juga:   Dolar Merosot, Tenggelam Ke Posisi Terendah 10 Bulan

Purchasing Managers Index (PMI) untuk sektor Manufaktur dan Komposit Zona Euro juga dikabarkan gagal mencapai ekspektasi. Menurut Markit, PMI Manufaktur turun dari 54.6 menjadi 53.3 dalam bulan September (preliminer), sementara PMI Komposit melandai dari 54.5 menjadi 54.2. Hanya PMI Sektor Jasa Zona Euro yang mampu naik dari 54.4 menjadi 54.7 pada periode tersebut.

Dari Jepang, angka inflasi konsumen inti nasional (National Core CPI) naik dari 0.8 persen menjadi 0.9 persen, tetapi hal itu selaras dengan ekspektasi pasar sebelumnya. Pasangan mata uang USD/JPY meningkat 0.20 persen ke level 112.70 dalam tempo beberapa jam setelah data diumumkan.

Kabar baik lainnya bagi Dolar AS mengemuka dari Tiongkok. Perdana Menteri Li Keqiang mengungkapkan Beijing tidak akan melakukan devaluasi mata uang secara kompetitif, karena Tiongkok dan AS takkan memperburuk konflik perang dagang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply