Dolar AS Cenderung Sideways Menjelang Rilis Notulen FOMC

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) berkonsolidasi di kisaran terendah sepekan pada perdagangan hari Rabu ini (20/2). Saat berita ditulis pada awal sesi New York, indeks Dolar AS tercatat naik tipis 0.06 di level 96.59, tetapi belum keluar dari kisaran terendah tempatnya terpuruk pada akhir perdagangan hari Selasa.

Dolar AS Cenderung Sideways Menjelang Rilis Notulen FOMC

Pada hari Selasa, Dolar AS dipukul oleh komentar salah satu pejabat tinggi bank sentral AS (Federal Reserve/Fed). Loretta Mester, Presiden Fed untuk wilayah Cleveland, menyarankan agar program pengurangan neraca (balance sheet) Fed dihentikan saja pada tahun 2019 ini. Dalam kesempatan tersebut, ia memang menyatakan persetujuannya bagi rencana kenaikan suku bunga Fed; tetapi apabila program pengurangan neraca dihentikan sebagaimana sarannya, maka akan terdapat likuiditas ekstra yang meredam efek kenaikan suku bunga Fed mendatang.

Seusai beredarnya kabar mengenai komentar Mester itu, yield obligasi 10-tahunan pemerintah AS (10-Year US Treasury) bertahan di sekitar level 2.64 persen. Padahal, yield obligasi tersebut sempat mencapai 2.8 persen pada bulan Januari.

Baca Juga:   USD / CAD Menyentuh Tertinggi 6 Minggu Setelah Data Canadian Hangat

Komentar Mester juga mendorong pelaku pasar meningkatkan kekhawatirannya terhadap kebijakan moneter Fed mendatang. Fokus bukan hanya rencana kenaikan suku bunga saja, melainkan juga program pengurangan neraca. Lebih tepatnya lagi, apakah Fed akan terus melanjutkan program tersebut dan hingga kapan.

Peningkatan kekhawatiran pelaku pasar tercermin dalam dinamika pergerakan pasangan-pasangan mata uang mayor hari ini. Pasangan AUD/USD yang lazim menjadi barometer minat risiko kembali tergelincir ke kisaran 0.7156, sementara USD/CHF turun tipis 0.06 persen ke level 1.0004. Euro masih loyo, meski sempat mencuat lantaran kabar inflasi produsen Jerman yang mengungguli estimasi pada bulan Januari. Poundsterling juga runtuh karena meningkatnya kembali kekhawatiran soal kelanjutan negosiasi kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.

Terlepas dari itu, pelaku pasar keuangan global saat ini tengah memusatkan perhatian pada jadwal rilis notulen rapat kebijakan moneter AS (Federal Open Market Committee/FOMC). Laporan tersebut bisa menawarkan jalur alternatif bagi pair-pair mayor ke depan. Terutama bila notulen mengungkap rencana bank sentral AS untuk menghentikan pemangkasan neraca (balance sheet) dalam waktu dekat, atau menghentikan kenaikan suku bunga dalam periode lebih lama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply