Dolar AS Defensif Setelah Data Penjualan Ritel yang Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) masih tak mampu menanjak naik pada perdagangan hari Selasa (16/Oktober), setelah data Penjualan Ritel yang dirilis kemarin malam menunjukkan angka aktual yang mengcewakan. Menjelang akhir sesi Eropa, indeks Dolar AS terpantau -0.05 persen di kisaran 94.99. Namun demikian, penurunan Greenback tertahan oleh divergensi kebijakan dan outlook ekonomi AS yang dianggap lebih cemerlang ketimbang negara – negara berkembang.

Dolar AS Defensif Setelah Data Ritel Mengecewakan

US Census Bureau melaporkan bahwa penjualan ritel di Amerika Serikat dalam periode September 2018 hanya bertumbuh 0.1 persen (MoM), sama dengan periode sebelumnya; padahal awalnya diekspektasikan akan naik 0.7 persen. Data penjualan ritel inti (Core Retail Sales) bahkan menorehkan catatan merah dengan pertumbuhan -0.1 persen, alih-alih tumbuh 0.4 persen sebagaimana diestimasikan sebelumnya oleh para ekonom.

Terlepas dari data ekonomi tersebut, yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) terus meninggi, karena prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve tak mengalami perubahan signifikan. Selain itu, outlook ekonomi AS dianggap masih lebih baik ketimbang negara-negara berkembang, meskipun tak lebih unggul dibandingkan rekan sesama negara maju lainnya.

Baca Juga:   Keuntungan USD / JPY Pada Data Pekerjaan AS Sektor Swasta Yang Optimis

“Outlook Dolar AS terus menerus menguat terhadap mata uang-mata uang negara berkembang dikarenakan ekspektasi akan kenaikan suku bunga AS lebih banyak dan konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok,” ujar Piotr Matys, pakar strategi di Rabobank, London.

Menurut Reuters, indeks mata uang negara berkembang telah terpuruk dekat level terendahnya dalam satu setengah tahun terakhir, sementara mata uang-mata uang mayor masih bertahan melawan apresiasi Dolar AS. Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan di kisaran tertinggi bulan ini pada 1.1582, sementara GBP/USD menanjak 0.50 persen dalam perdagangan intraday ke level 1.3217.

Ke depan, sejumlah data ekonomi penting akan menyediakan katalis pergerakan berikutnya. Diantaranya JOLTS Job Openings nanti malam (21:00 WIB), Building Permits dan Housing Starts bulan September (17 Oktober 2018/19:30 WIB), rilis Notulen Rapat FOMC (18 Oktober 2018/01:00 WIB), Indeks Manufaktur Fed Philadelphia (18 Oktober 2018/19:30 WIB), dan Existing Home Sales bulan September (19 Oktober 2018/21:00 WIB). JOLTS Job Openings merupakan salah satu laporan sektor ketenagakerjaan AS yang dianggap penting, dan diekspektasikan telah mengalami kenaikan tipis pada bulan Agustus.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply