Dolar AS Digulingkan Komentar Pejabat Fed, Data Ekonomi Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) berbalik bearish pada awal sesi New York hari Selasa ini (21/2), setelah dirilisnya sejumlah data ekonomi serta wawancara dua pejabat bank sentral AS yang berdampak tinggi. Saat berita ditulis, DXY telah merosot 0.13 persen ke kisarna 96.38, sementara Greenback melemah terhadap sebagian mata uang mayor. Dolar AS masih unggul versus mata uang komoditas, tetapi lumpuh terhadap Euro, Poundsterling, dan Yen.

Dolar AS Digulingkan Komentar Pejabat Fed

Dalam sebuah interview dengan stasiun televisi CNBC, James Bullard, Presiden Fed untuk kawasan St Louis, mengatakan bahwa ia menilai suku bunga AS saat ini sudah terlalu tinggi dan program pemangkasan neraca bisa diakhiri dalam tahun ini. Bullard menuding kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember lalu sebagai sebuah kekeliruan yang memicu reaksi negatif di pasar keuangan. Oleh karenanya, ia menyarankan agar kenaikan suku bunga Fed dihentikan saja, sementara jadwal pemangkasan neraca dipublikasikan dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi, menurutnya, suku bunga Fed sudah cukup tinggi bila dibandingkan dengan suku bunga bank sentral lain.

Baca Juga:   Euro Menguat Tipis, Risiko Resesi Belum Sirna

Senada dengan Bullard, Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengindikasikan kalau siklus kenaikan suku bunga sudah mendekati detik-detik terakhirnya. Bostic menyatakan bahwa kebijakan suku bunga Fed saat ini sudah mendekati netral. Menurutnya juga, perekonomian AS dalam kondisi baik, tetapi ia tak memperkirakan inflasi akan melaju lebih cepat.

Sementara itu, sejumlah rilis data ekonomi dari negeri Paman Sam hari ini cenderung mengecewakan. Data pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) bertumbuh 1.2 persen (Month-over-Month) dalam bulan Desember, lebih tinggi dari ekspektasi yang dipatok pada 0.8 persen. Namun, pesanan inti (Core Durable Goods Orders) yang dianggap lebih penting oleh pelaku pasar, hanya mengalami kenaikan sebesar 0.1 persen pada bulan yang sama, lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 0.8 persen.

Indeks Manufaktur yang dirilis oleh Kantor Federal Reserve wilayah Philadelphia (Philly Fed Manufacturing Index) juga terguling drastis dari level 17.0 menjadi -4.1 pada bulan Februari. Padahal, awalnya indeks ini diperkirakan hanya akan turun dari 17.0 ke 15.6. Komponen indeks ketenagakerjaan masih mengalami peningkatan, tetapi indeks pesanan baru ambruk dari 21.3 menjadi -2.4.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply