Dolar AS Diprediksi Bullish Menyusul Kesepakatan Dagang Fase Satu

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) masih sideways sekitar level 97.40-an dalam perdagangan hari ini (14/1). Greeback juga cenderung flat terhadap mata uang mayor lain, termasuk dalam pair AUD/USD, EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY. Akan tetapi, sejumlah pakar menilai posisinya akan cenderung bullish sehubungan dengan penandatanganan kesepakatan dagang AS-China fase satu dan memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve.

Dolar AS Diprediksi Bullish Menyusul Kesepakatan Dagang Fase Satu

Fawad Razaqzada, analis teknikal dari Forex.com, mengatakan, “USD/JPY nampak sangat menarik seiring dimulainya pekan baru. Posisinya telah menyentuh rekor tertinggi baru untuk tahun 2020, meskipun laporan ketenagakerjaan AS pada hari Jumat itu mengecewakan, karena Yen juga melemah di tengah berlanjutnya sentimen risk-on karena investor mengantisipasi penandatanganan kesepakatan dagang fase satu antara AS dan China pada hari Rabu. Untuk saat ini, pergerakan harga pada USD/JPY nampak agak bullish.”

Sementara itu, John Hardy, pimpinan pakar strategi forex dari Saxo Bank, menilai, “Dolar AS nampaknya terus berbasis pada sisi yang kuat, dan menimbang segala hal yang telah dilakukan Fed untuk melemahkannya, bears USD semestinya waspada hingga atau kecuali Fed meningkatkan upaya (untuk melonggarkan kebijakan moneter).”

Baca Juga:   Dolar AS Ditekan Rencana Trump Tingkatkan Tarif Lagi

Suku bunga Federal Reserve saat ini berada pada level 1.75 persen; masih lebih tinggi dibandingkan mayoritas bank sentral negara maju lain. Hanya suku bunga Bank of Canada yang berada pada posisi yang sama. Di sisi lain, kondisi ekonomi AS cukup tangguh dan diprediksi akan terus membaik setelah berkurangnya sengketa dagang dengan China. Bank sentral AS diperkirakan tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi tahun ini.

“Data CPI Desember diperkirakan akan terakselerasi lebih jauh ke atas level 2.0 persen (dalam publikasi laporan) hari ini. Disandingkan dengan kesepakatan AS-China fase satu yang akan datang, berkuranglah basis untuk siklus pelonggaran moneter signifikan dalam waktu dekat dari The Fed. Hal ini semestinya mendukung USD, khususnya versus mata uang G10 lain yang berbunga lebih rendah seperti Euro dan Yen -karena Dolar semestinya tetap mengembang keunggulan carry (trade) yang cukup bermakna,” kata Chris Turner, pimpinan strategi forex di ING.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply