Dolar AS Ditekan Apresiasi Euro dan Peningkatan Minat Risiko Global

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) merosot lebih dari 0.4 persen ke kisaran 97.76 pada awal sesi New York hari Jumat ini (12/4); sehubungan dengan peningkatan minat risiko pasar, apresiasi Euro, dan buruknya data sentimen konsumen AS terbaru. Greenback terpantau melemah cukup parah versus Euro dan Pounds, serta lumpuh terhadap mata uang-mata uang komoditas. Dolar hanya unggul versus Yen dalam pair USD/JPY yang menanjak 0.2 persen ke kisaran 111.87.

Dolar Ditekan Apresiasi Euro

Pelemahan Dolar AS hari ini dimulai setelah munculnya kabar mengenai rencana akuisisi salah satu sayap bisnis DZ Bank Jerman oleh raksasa perbankan Jepang, Mitsubishi UFJ. Transaksi senilai miliaran Euro yang diprediksi bakal timbul akibat akuisisi tersebut, mendorong penguatan Euro terhadap Dolar AS.

Pada sesi Eropa, Dolar AS makin tertekan karena laporan ekonomi China terbaru mengindikasikan pemulihan. Ekspor di negeri Tirai Bambu itu telah meroket 14.2 persen (Year-on-Year) pada bulan Maret. Data pembiayaan baru China juga meroket hingga 2.8 Triliun Yuan selama bulan Maret, jauh melampaui ekspektasi yang dipatok pada 1.8 Triliun Yuan. Penyerapan pinjaman yang amat pesat ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi sudah mulai bergairah kembali, sehingga menumbuhkan harapan di benak investor mengenai prospek pemulihan ekonominya dalam kuartal II/2019.

Baca Juga:   Sentimen Ekonomi Zona Euro Tumbang Ke Level Terendah Dalam 3 Tahun

Di sisi lain, reli Dolar AS terbendung oleh data inflasi konsumen dan pandangan bank sentralnya yang lebih lunak dibandingkan ekspektasi pasar.

“Banyak pemain pasar memiliki pandangan bearish terhadap Dolar, setelah rilis angka CPI AS pada awal pekan ini. Namun, mereka (sempat) dipaksa memangkas posisi short karena data (PPI) pada hari Kamis ternyata lebih kuat,” kata Takuya Kanda, manajer umum di Gaitame.com Reserach Institute, kepada Reuters. Lanjutnya, “Jadi kenaikan (Dolar AS kemarin) kurang meyakinkan dan masih diragukan apakah Dolar bisa mempertahankannya. Prospek pemangkasan suku bunga oleh Fed bisa jadi telah berkurang karena data tadi, tetapi penilaian ekonomi tak cukup kuat untuk mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga.”

Depresiasi Dolar AS terus berlanjut hingga rilis data sentimen konsumen preliminer oleh University of Michigan (UoM) malam ini. Menurut UoM, sentimen konsumen AS menurun dari 98.4 menjadi 96.9 saja pada bulan April, sedangkan ekspektasi mengenai kondisi ekonomi ke depan juga lengser dari 88.8 menjadi 85.8.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply