Dolar AS Kembali Reli Karena Pernyataan FED yang Hawkish

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) melejit lebih dari 0.20 persen ke kisaran 96.80 pada perdagangan hari Jumat ini, setelah Federal Reserve menyampaikan pernyataan resmi bernada hawkish dan memperkuat kembali probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Desember mendatang. Penguatan tersebut mendorong pelemahan kembali mata uang-mata uang mayor lainnya dan harga komoditas di pasar berjangka.

Dolar AS Kembali Reli Setelah Pernyataan Fed Hawkish

Awal pekan ini, Indeks Dolar AS sempat tertekan karena kekhawatiran akan dampak negatif kemenangan oposisi Presiden AS Donald Trump, Partai Demokrat, dalam pemilu memperebutkan kursi mayoritas di House of Representatives. Namun, kekhawatiran tersebut memudar karena Trump masih didukung oleh kemenangan besar Partai Republik di Senat, sehingga Indeks Dolar AS kembali beranjak.

Penguatan Greenback tersebut makin kuat, seusai rilis pernyataan Federal Reserve pasca rapat kebijakan moneter tadi pagi. Dalam pernyataan tersebut, sesuai ekspektasi, Fed tak merubah kebijakan moneter. Keputusan tersebut diambil atas dasar masih kuatnya perekonomian.

“Peningkatan ketenagakerjaan telah berlangsung dengan kuat, secara rata-rata, dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran telah berkurang,” ungkap Federal Reserve, “Baik inflasi secara keseluruhan maupun inflasi untuk barang-barang bukan makanan dan energi, masih dekat level 2 persen.”

Baca Juga:   Greenback Turun Ke Posisi Terendah 9 Bulan Terhadap Mitra Kanada

Selain itu, Federal Reserve tak menyinggung masalah perlambatan di sektor perumahan maupun gejolak di pasar modal sama sekali, meskipun sebelumnya pelaku pasar khawatir akan ada komentar terkait keduanya. Hal ini membuat para pakar makin optimis kalau Fed melanjutkan rencana kenaikan suku bunga pada bulan depan, ditambah tiga kali kenaikan lagi pada tahun 2019.

“Saya mengira (kenaikan suku bunga pada Desember) sangat mungkin sekali terjadi, mungkin probabilitas 95 persen,” ujar Diane Swonk, pimpinan ekonom di Grant Thornton, “(Pernyataan ini berarti) adalah Fed siap untuk terus menyingkirkan kebijakan akomodatif, tetapi merasa penting untuk menyatakan bahwa suku bunga belum cukup ketat saat ini.”

Merespon kabar tersebut, pasangan mata uang EUR/USD menurun 0.15 persne ke level 1.1346, GBP/USD longsor 0.35 persen, dan USD/CAD melonjak 0.32 persen ke level 1.3195. USD/JPY terkoreksi 0.30 persen ke level 113.83, tetapi masih dalam kisaran level tertinggi sejak satu bulan yang lalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply